Vivi mulai membuka matanya, ia masih melihat langit- langit kamar yang sama. Ia mencoba mengingat sesaat setelah dirinya mabuk di bar. Namun yang bisa ia ingat adalah wajah laki- laki yang telah merenggut kesuciannya.
Bagian bawahnya masih terasa sakit.
Ia mulai mencari handphonenya, ia melihat notif. Citra telah menelfonnya beberapa kali saat ia masih tertidur dan juga mengiriminya chat.
Ia mulai membaca chat dari sahabatnya itu, ia baru mengingat sahabatnya yang juga sangat mabuk semalam bersamanya.
Ia sangat khawatir pada sahabatnya,ia takut kejadian yang menimpanya juga menimpa Citra.
CITRA
Lu dimana ? Aman kan sama pacar lu ?
CITRA
Gue udah sampe apart nih. Lu ga diapa- apain kan sama Rocky ? Balas dong
CITRA
Udah bangun ?
Vivi seketika lega melihat sahabatnya telah sampai dengan aman di apartementnya. Ia segera membalas chat itu.
To : CITRA
Gue baik- baik aja. Tapi kok ga ada orang ya disini ?yakin gue di anter sama Rocky semalem?
Ia merasa tak yakin bahwa Rocky yang membawanya kesini, karna bukan Rocky yang ia temui tadi malainkan Bram sahabat pacarnya yang juga merebut keperawanannya.
Ia membuka chat dari Rocky bahkan Rocky tak mengirim pesan apapun padanya.
Handphonenya kembali bergetar, ia kembali membuka Chat Citra.
CITRA
Yakin lah orang gue pulang sama temennya Rocky kok. Lu dimana sih ? Gue mau cerita sesuatu
Teman Rokcy siapa ? pikir Vivi sedikit bingung, yang ia tau teman Rokcy yang menyukai Citra itu adalah Bram sedangkan Bram tadi disini bersamanya.
Ia mulai memikirkan Bram lagi, ia sedikit merasa marah dan bersalah kepada dirinya sendiri.
Jika semalam ia tak mabuk parah, mungkin kejadiaannya tak akan menjadi seperti ini.
ia kemudian memutuskan untuk mandi menghapus semua jejak Bram di tubuhnya.
Ia berjalan dengan sedikit kesusahan menuju kamar mandi.
.
.
.
Setelah ia selesai mandi, Vivi segera berganti dengan pakaian yang sama dengan yang tadi malam ia pakai.
Vivi yang sedang memakai celananya kaget mendengar suara gagang pintu yang bergerak, lalu pintu di ketuk pelan.
"siapa ?" ucap Vivi sedikit berteriak, ia takut Bram kembali lagi padanya.
"Aku sayang" Suara Rokcy membuat Vivi sedikit lega namun juga marah. Berarti benar Rocky yang membawanya semalam, namun kemana dia ?
Vivi dengan cepat memberantakan tempat tidurnya, seprei yang ada noda darah segera di lepaskan dari kasur lalu ia lemparkan kelantai hingga menyisakan kasur yang polos.
Vivi membuka pintunya, ia melihat Rocky tersenyum tanpa dosa membawa burger dan minuman.
Rocky masuk kedalam kamar ia sedikit terkejut melihat kamar yang berantakan "Kenapa berantakan sayang ?" ucap Rocky dengan nada lembut.
"Oh itu kotor tadi hmmm ada kecoa lalu aku injak disini, kotor deh sepreinya"jawab Vivi berbohong.
"kayaknya aku kudu komplain deh jorok banget masa ada kecoanya" Rocky akan pergi.
"No no no gak usah" Vivi menahan ujung baju Rocky.
"Oke sayang. Oh nih makan tadi mampir beli ini" Rocky kembali duduk lalu memberikan burger ke Vivi.
Vivi menggeleng ia ingin segera pulang.
"Kamu habis dari mana kok aku ditinggal ? mana pintu gak di kunci lagi. Aku baru bangun sih sebenernya terus bingung aku dimana"
"pas mau keluar ternyata gak di kunci. aku kunci deh terus aku mandi" Vivi kembali berbohong.
"Nah itu beb. Tadi aku itu nunggu kamu bangun tapi gak bangun- bangun yaudah aku tinggal cari sarapan"ucap Rokcy sangat lancar membuat alasan.
Vivi hanya menangguk- angguk mengerti, kini ia tau bahwa Rocky tidak ada sangkut pautnya dengan Bram.
Mungkin jika ia siap ia akan bertemu dengan Bram dan meminta alasannya melakukan hal itu.
Namun yang pasti kini ia curiga kenapa Rokcy pergi meninggalkan dia sendiri semalaman dan berbohong tentang dimana dia tadi malam.
.
.
.
Citra masih menunggu balasan pesan dari Vivi, ia ingin menceritakan hal yang semalam terjadi padanya dan Chiko.
Ia masih berdebar- debar membayangkan wajah atasannyaa itu tersenyum kepadanya.
Ia mulai mencari segala sesuatu tentang Chiko. Ia mengetikan nama Chiko di aplikasi instadram, facebog, dan twider.
Namun sepertinya Chiko tidak mempunyai akun i********:, facebog maupun twider.
Ia mulai mengetik nama Vivi di pencarian.
Ia mulai melihat semua tag foto di instadram Vivi, Citra mengklik nama Rocky di tag foto Vivi.
Di feed Rocky ada banyak foto ia bersama Vivi, ia tau pasti Vivilah yang menguploud semua foto itu.
Ia mengscrool foto sampai kebawah lalu menemukan satu foto Rocky bersama Chiko dan satu orang perempuan yang tidak ia kenal.
Ia mulai mengezoom foto itu lalu mengscreen shoot wajah Chiko,sepertinya Citra telah tertarik oleh Presdirnya itu.
Citra yang sedang asik dengan imajinasinya tiba- tiba mendengar seseorang yang mengetuk pintunya.
Ia melihat di layar monitornya ternyata satu- satunya kakak laki- lakinya sedang berdiri didepan pintu dan menunggu pintu untuk di buka.
Citra segera membuka pintu dan mempersilahkan kakaknya masuk, ia memeluk erat kakak kandungan itu.
"Minggir gue mau mandi dulu" ucap kakak Citra yang bernama Cakra menyingkirkan tangan adiknya yang memeluknya.
"Tapi gue kangen" Citra semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Cakra.
Cakra yang pasrah kini mulai berjalan ke arah sofa dengan kepayahan karna Citra masih memeluknya.
Cakra yang duduk disofa melihat satu putung rokok yang ujungnya sedikit terbakar di atas meja.
"Lu ngerokok ?" tanya Cakra menatap Citra.
Citra yang kaget kini hanya menganggukan kepalanya, ia tak ingin kakaknya tau bahwa ia memasukan laki- laki selain Cakra di apartementnya.
"Nanti lu susah punya anak loh. Udah gak mau nikah, maunya bayi tabung. Oh iya, lu udah dapet donor s****a ?"
Ya. Cakra adalah salah satu orang yang mendukung penuh ide gila dari adiknya karena ia sangat menyayangi satu- satunya adiknya itu.
Citra menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Gue ada temen cowok bule mau gak ? Tapi dia minta bayaran mahal"
Citra kembali menggelengkan kepalanya kali ini dengan tempo yang lambat.
" kenapa ?" Cakra sedikit bingung.
"Gak mau anak bule kak" Citra sedikit berbohong, padahal ia sangat ingin mempunyai anak berwajah kebarat- baratan.
Didalam hatinya ide gila itu sudah pupus ketika semalaman ia bersama Chiko dan mengobrol dengannya.
"Eh iya gue ada berita sedih sekaligus berita gembira buat lu" Cakra mengubah topik pembicaraannya agar adiknya kembali tersenyum.
"Kenapa kak ?" tanya Citra ingin tau.
"Si kecoa itu, dia gak bisa punya anak dek. Dia mandul" perkataan Cakra membuat Citra sangat kaget.
Kecoa adalah panggilan dari Cakra untuk Andre mantan Citra.
"Lu denger dari siapa kak ?"
"Gue denger sendiri dari kecoa betina alias pacarnya sendiri, dia ngambil hasil kesuburan pas banget gue disana lagi mantau dokter kandungan baru di rumah sakit kita" Cakra mulai menjelaskan.
"Dia buka saat itu juga dek, yaaaahhh dan dia kaget sih hasilnya kayak gitu. Dia minta buat ganti hasil itu tapi lu tau sendiri kode etik dokter melarang hal hal kayak gitu"
"Kayanya dia ganti rumah sakit lain deh" Cakra menyelesaikan ceritanya.
"Untung lu gak jadi nikah sama dia ya" Cakra sedikit berterima kasih pada selingkuhan Andre itu.
"Jadi dia hamil sama siapa dong kak ?" tanya Citra pada kakaknya.
"Mana gue tau dek, yang pasti bukan sama Andre"
Pernyataan dari Cakra menyelesaikan pembicaraan mereka pada siang hari itu.