“Mas … Masya Allah … Segala puji bagi Allah, tangan kamu sudah bisa digerakkan, Mas. Ya Allah … Terima kasih.” Ucap Hasna dengan mata yang berkaca-kaca melihat bagaimana Fayez mencoba menggerakkan tangannya naik dan turun lalu dokter memintanya untuk mengepal dan melepaskannya dengan beberapa kali. “Alhamdulillah, kemajuan yang sangat pesat ya, Pak Fayez.” Ucap Dokter paruh baya itu dengan nada senang, Fayez menatap Hasna dengan mata yang memanas, ini pasti tidak lepas dari doa Hasna setiap malamnya. “Ter..ri..ma ..Ka..sih ..ya ..Na.” Bisik Fayez masih terbata-bata, namun kini mampu mengucapkan kata yang lebih panjang. “Kamu pasti bisa sembuh sepenuhnya, Mas. Insya Allah.” Ucap Hasna menggenggam tangan Fayez, dan kini Fayez bisa balik menggenggam tangan Hasna walau genggamannya masih

