Kelopak mata itu pelan-pelan terbuka, membuat Hasna yang sejak awal setia menunggu di sampingnya langsung menatap sang suami dengan penuh perhatian. Fayez yang telah mendapatkan kesadarannya sepenuhnya, melihat siapa yang ada di depannya, air matanya tiba-tiba saja menetes dengan jantung yang berdegup kencang disertai kebahagiaan yang membuncah. Istri yang sangat ia rindukan ada di depan matanya. “Mas … Kamu bisa mendengarku?” Tanya Hasna membuat Fayez mengangguk. Fayez rasanya masih lemah sekali, dia bahkan merasa sangat kesulitan mengeluarkan suaranya, membuatnya hanya menatap Hasna dengan tatapan penyesalan namun juga kerinduan. “Mas cukup anggukkan kepala saja jika bisa mendengarku, ya. Kamu masih perlu banyak istirahat.” Ucap Hasna begitu lembut, membuat hati Fayez semakin mer

