Bab 55 | Rencana Baru

1460 Kata

“Assalamualaikum, Nduk..” Itu salam yang diucapkan oleh Abi Zubair saat memasuki ruang rawat Hasna, Fayez ada di sana, di sisi Hasna dan terus menggenggam tangan istrinya itu. “Waalaikumsalam, Abi … Umi …” Bisik Hasna, wajahnya masih pucat namun senyum terukir di wajahnya itu. Abi Zubair menatapnya dengan sendu dan helaan napas yang panjang. “Abi sungguh minta maaf, Nduk … Ini semua salah Abi hingga kalian harus kehilangan bayi kalian. Kegagalan Abi sebagai seorang suami yang tidak mampu mencegah istrinya dari perbuatan keji dan munkar.” Bisik Abi Zubair dengan air mata yang menetes, Hasna bisa melihat bagaimana beban berat itu tergambar di wajah mertuanya. Lalu Hasna melihat kepada Umi Ainun yang hanya menunduk, jantungnya berdenyut sakit dan denyutannya begitu hebat yang membuatn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN