Juna melangkah mendekati Anjani dan Jasmine. Matanya menatap tajam pada sang adik, sementara Jasmine terlihat ketakutan. “Jasmine, cepat jawab!” Juna membentak. “Ya! Aku memang dalang penculikan Zain dan Faana. Hingga mengasingkanmu ke pulau ini agar kamu pergi dari kehidupan kakakku! Tapi, ternyata kamu mengingkari janjimu, Anjani!” Mata Jasmine menatap Anjani dengan sinis. “Kamu sudah menandatangani surat perjanjian di atas materai, bahwa kamu akan pergi dari kehidupan kakakku selamanya, karena bercerai tidak bisa, sebab kamu waktu itu sedang mengandung!” “Jasmine, apa maksudmu?” Juna yang berbicara, sementara Anjani hanya terdiam. Tangan Jasmine mengeluarkan sesuatu dari balik saku. Lalu dia menunjukkan surat perjanjian yang telah Anjani tandatangani. Semua orang sangat terkejut mel

