“Kakak mengaku salah, Jasmine. Karena selama ini kakak begitu acuh dan tak peduli padamu. Seharusnya sebagai kakak laki-laki, aku yang menjadi garda terdepan untuk adikku.” Juna menyusut air mata yang terus mengalir. Dia benar-benar menyesali atas semua yang terjadi pada adik perempuan satu-satunya itu. Mereka hanya dua bersaudara. Memang seharusnya mereka lebih dekat satu sama lain. Namun, selama ini Juna hanya sibuk dengan dunianya sendiri dengan bergonta-ganti wanita. Hingga yang terakhir kali dia lakukan pada Anjani, sehingga gadis itu yang menjadi korban keegoisan dan kekuasaannya. Bayang-bayang ketika dulu dia menodai Anjani untuk yang pertama kalinya hingga merudapaksanya setiap hari di kantor, kini semakin memenuhi benak Juna. Jerit tangis Anjani masih terngiang-ngiang. Untuk ya

