Disandera

1101 Kata

“Cepat mengaku, Andin! Atau aku akan semakin menyiksamu!” Juna menjambak rambut Andin dengan sangat kuat hingga wajahnya mendongak. Wajah cantiknya kini sudah dipenuhi bekas tamparan tangan Juna. Pria itu sedang melampiaskan amarahnya. Dia membalas siksaan yang pernah Andin lakukan pada Anjani. “Baby, apa maksudmu? Aku tidak mengerti. Aku harus mengaku apa padamu?” Andin menatap sayu dengan berlinang air mata. “Tolong lepaskan aku, Baby. Tolong bebaskan aku. Cukup sudah kamu menyiksaku tanpa alasan begini.” Amarah Juna semakin terpancing. Dia menggeram. Giginya gemeretak. Tangannya semakin kuat menjambak rambut Andin. Wanita yang pernah mengisi masa lalunya yang gelap itu, kini tak berdaya. Pakaiannya sudah berantakan, rambut dan wajahnya pun sudah tak karuan. Juna benar-benar sedang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN