“Jun, lo kenapa? Kenapa sama Anjani dan Ardan?” Bian bertanya dengan mimik wajah yang sangat serius. Juna tak dapat berkata-kata. Dia memberikan ponselnya pada Bian. Lalu Bian melihatnya. Wajah Bian pun tak kalah terkejut hingga matanya terbelalak, sementara Juna terduduk dan menangis pilu. Bian meletakkan ponsel tersebut, lalu dia menepuk pelan punggung Juna. “Jun, kayaknya ada yang gak beres.” “Ya, Bi. Lo emang bener ada yang gak beres, yaitu tingkah laku bini dan ipar gue. Ternyata mereka masih saling cinta. Dan yang lebih gilanya lagi, mereka tidur dalam satu ranjang, satu selimut, dan dalam keadaan bugil.” Juna terisak pilu. “Ternyata mereka pengkhianat! Gue gak nyangka banget, Bi. Gue kira Jani beneran udah move on dari Ardan dan beneran cinta sama gue. Gitu juga sama Ardan. Gue k

