Minggu pagi, suara bel sudah mengganggu kegiatan Bunda Sonia di dapur. Ayah Jansen yang sedang membaca koran di ruang tengah tidak menghiraukan suara itu sama sekali. Membuat Bunda mau tidak mau mengalah untuk membukakan pintu. Ini baru pukul delapan pagi dan sudah ada yang bertamu. Pintu terbuka. Ada sepasang manusia di depan pintu. Memberikan senyuman ramahnya pada Bunda. Bunda Sonia terpana. Terkejut tentu saja. Bunda tidak pernah menyangka jika sosok di hadapannya akan datang bertamu dan memberikan senyuman ramah yang terlihat sangat manis. Seorang lelaki tinggi, berkulit putih, dan tampan. Bunda merasa ada beberapa bagian dari wajah laki-laki itu yang menyerupai seseorang yang sangat dikenalnya. Tanpa disadari Bunda merasakan napasnya sedikit sesak, air matanya juga tiba-tiba saja i

