Pagi hari yang cerah, seorang wanita dengan mini dress, rambut digerai cantik, dan make up tipis sedang berusaha membangunkan suaminya. Membuka gorden kamar, membuat cahaya matahari masuk perlahan. Pria yang masih sibuk memeluk guling itu sedikit terganggu. Bukannya bangun justru menarik selimutnya sampai menutup seluruh badannya sampai kepala. Aluna berdecak sebal, mendekati ranjang keduanya dan duduk di samping ranjang. "Jun, kamu berangkat jam delapan, 'kan? Ini udah jam tujuh ayo bangun," ucapnya lembut, menarik selimut yang menutupi wajah Arjuna. Pria itu mengerang protes, kembali menarik selimutnya. "Lima menit lagi." Suara yang lebih terdengar seperti gumaman itu menyahut. Menunjukkan lima jarinya ke arah sang istri. Aluna mengembuskan napas lelah. "Kamu udah bilang itu dari tad

