"Kak." Gadis mungil berwajah cantik bak boneka itu berjalan dengan riang ke arah seorang pemuda tinggi. Pemuda itu tersenyum membalas senyuman sang gadis. "Kakak udah nunggu lama?" Pemuda itu menggeleng, masih dengan senyumannya. Menelisik penampilan gadis mungil itu. Seragam sekolahnya sedikit lusuh, ada noda lumpur di beberapa bagian. Pemuda itu menatap mata berbinar itu dengan sendu. Bisa-bisanya si gadis masih tersenyum begitu manis. "Sekarang apa lagi?" tanyanya. Gadis itu sadar dengan pandangan si pemuda. "Oh ini, aku nggak sengaja nabrak kaki Yeri di lapangan tadi," jawabnya sembari tersenyum manis. Pemuda ini merasakan nada kepedihan di balik senyuman itu. Gadis mungil yang kuat. Hampir setiap hari mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sekelasnya, tapi gadis

