Mia sedikit bergidik mendengar suara rendah Ihsan, dan dia malu-malu menatap mata tajam Ihsan, sekilas momen panasnya terlintas di benaknya bersama suami semalaman di hotel. “Kita menginap di sini,” ujar Ihsan. “Tapi aku nggak bawa baju, Om.” “Sudah lengkap di sini. Nanti kamu tinggal pilih di dalam lemari.” “Baju siapa?” Mia bertanya dengan wajah heran. “Baju baru, bukan bekas pake orang lain, Mia.” Mia mengulum senyumnya. Ihsan yang memang penuh kejutan yang menyenangkan, dan suaminya itu ternyata sudah mempersiapkan banyak hal dengan detail untuknya. Karena jam makan siangnya telat, Mia jadi cukup banyak makan siang itu, apalagi ditambah suasana yang nyaman dan ditemani Ihsan yang hangat, Mia sampai menambah porsi makan. Cuaca sejuk dengan angin yang berhembus lembut di luar m

