Bab 163. Rumah Ihsan

1100 Kata

Dian masih dengan sisa tawanya, "Ada-ada saja kamu, Belinda." ujarnya. “Atau kamu yang masih ingat malam pertamamu dengan Ihsan?” goda Belinda lagi. “Kami buruk di malam pertama.” “Ah, masa? Nggak percaya," decak Belinda. “Ya, kami sama-sama tidak mengerti, dan … aku yang overtihinking dengan keluarga Ihsan.” “Oh, aku mengerti.” “Dua atau mungkin tiga minggu setelahnya, barulah kami sama-sama menikmati.” “Oh, hahaha. Dian. Oh, aku rasanya tidak percaya. Seorang Ihsan gugup di sentuhan pertamanya.” “Bukan gugup, tapi memang kami yang sama-sama nggak mengerti, lalu aku yang stress.” “Oh, begitu, lalu bagaimana kelanjutannya saat sama-sama mengerti.” Dian memandang sinis Belinda, dan Belinda menyadari pertanyaannya yang sudah jauh mendalam, sehingga membuat Dian sedikit risih. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN