"Aaaarrrrrgggghhhhhh" teriak rosalinda. Lagi-lagi bencello memasuki kamarnya di saat dirinya masih dibalut handuk setengah telanjang usai mandi. Memang ben memaksa untuk ikut dengan edmund ketika edmund memberi tahunya untuk berkunjung ke istana morgan. Edmund menerima pesan dari valen untuk menemuinya. Apapun itu, valen tetaplah matenya. Bukankah edmund sudah berjanji untuk menerima takdirnya. Menerima valen sebagai gadisnya. Rosalinda memang berteriak, sebatas berteriak kaget. Ia tidak peduli lagi dengan mata ben yang selalu takjub memandangi tubuhnya. Keadaan seperti ini sudah mulai terbiasa ia alami. Apa yg bisa ia lakukan untuk membuat srigala itu jera.Mengganggu Rosalinda sudah menjadi kebiasaan tersendiri untuk bencello. "Lagi-lagi kau tidak mengunci pintu kamarmu?.Dan lihatlah

