Spaghetti jelata

1016 Kata
Emili yang kelaparan pun langsung keluar dari dalam kamar yang sangat sempit itu dan menghampiri Candra yang tengah tertidur diatas karpet tipis tanpa mengenakan selimut maupun bantal sekalipun. Ia kemudian lengsung menepuk lengan Candra agar Candra bangun. "Hehhhh bangun!!!" Ucap Emili yang kemudian membuat Candra membuka matanya. "Ada apa dek?? Maaf tadi mas ketiduran!" Ucap Candra. "Aku tadi ngomong apa sama kamu?? Apa kamu lupa??" Tanya Emili. Candra pun memeriksa jam yang sudah menunjukkan pukul 7 malam di ponsel kesayangan nya itu. "Ya ampun mas lupa kalau kita belum makan. Kamu tunggu sebentar ya mas bakal buatin masakan spesial untukmu!!" Ucap Candra kemudian segera bergegas kedapur. "Duhh laper bgt sih,,, Andai saja baterai ponselku tidak lowbat pasti sudah aku pesan makanan online! Kenapa bisa sih chargerku ketinggalan dirumah,. Mana dia gak punya charger yang sama lagi!! Eh tapi mana mungkin dia punya charger merk Bagus. Tadi saja ia memegang ponsel yang sudah sangat tertinggal modelnya itu." Kata Emili sambil memegang perutnya. Setelah beberapa saat akhirnya Candra keluar dari dapur membawa dua porsi mie goreng dengan telur dadar yang sederhana itu. Emili pun langsung duduk disebuah sofa yang sudah sedikit usang karena disana memang tak ada ruang khusus untuk makan. "Silahkan dimakan dek. Mas yakin kamu pasti bakalan suka sama masakan mas ini!!" Ucap Candra sambil meletakkan kedua piring itu dimeja serta tak lupa ia berlalu untuk mengambil air putih untuk minum mereka. Emili hany menatap makanan yang ada didepannya. Mirip spaghetti tapi hanya ada telur dadar diatasnya. "Apa ini?? Hanya mie goreng?? Apakah mie goreng ini sehat?? Kamu gak jorok kan masaknya?? Aku gak mau ya jadi sakit gara-gara makanan aneh ini!! Pasti banyak pengawetnya kan!!!" Ucap Emili. "Kamu tenang saja dek, ini bukan makanan instan kok. Mie goreng ini mas sendiri yang buat. Dan yang pasti ini aman kok dek. Mungkin rasanya tidak seistimewa makanan restoran bintang lima tempat kamu biasa makan. Tapi coba dulu deh, rasanya hampir mirip kok dek, cuman kalo mie ini itu versi jelata nya". "Aku gak mau makan makanan ini!!! Makanan kampungan!!!" Ucap Emili lalu meneguk air putih yang ada didepannya.  "Ya sudah kalau kamu tidak mau!!! Emmmmm ini enak sekali loh dek!! Sangat cocok dimakan hujan-hujan seperti ini. Diluar memang sedikit gerimis sehingga Candra memutuskan untuk membuat mie goreng. Krucuk,,krucukkk,,krucukk,, Bunyi perut Emili yang langsung mendapatkan lirikan dari Candra. "Kamu lapar ya dek?? Makan seadanya dulu ya!! Besok kalau mas sudah punya uang kita makan di restoran heheh".  "Kayak mampu aja beliin aku makanan mahal!!! Sekarang aja cuma masak makanan aneh kaya gitu doang!!! Aku tidak bisa membayangkan, pasti rasanya sangat burukk!!!". "Duhhh mie nya harum sekali. Rasanya juga sangat enak!! Kalau kamu tidak mau buat mas aja ya??". Perut Emili sedari tadi memang meronta untuk diisi. Bahkan sejujurnya ia tertarik dengan aroma mie goreng itu, namun ia menahan gengsi lantaran sudah menghina Candra tadi. "Mas tinggal kebelakang sebentar ya dek, mau nyuci bekas masak tadi dulu! Kalo gak dimakan jangan dibuang ya mubazir,, nanti biar mas saja yang makan!!" Ucap Candra kemudian berlalu meninggalkan Emili. Emili yang melihat Candra sudah pergi pun langsung mengambil piring berisi mie goreng itu kemudian mencoba untuk memakannya. Emili terkejut lantaran rasanya sangat lezat dan bahkan restoran langganannya pun masih kalah jauh dari cita rasa mie goreng buatan Candra. Dengan rakus ia langsung memakan mie goreng itu tanpa sisa kemudian meminum air putih yang sudah disediakan Candra sampai habis tak bersisa sedikitpun. Candra yang sedari tadi mengintip tingkah istrinya itu hanya bisa tersenyum. ("Ini yang membuatku jatuh cinta kepadamu dek! Kamu itu sangat menggemaskan") Bathin Candra. "Dek Mili???" Panggil Candra kepada Emili yang sedang tersenyum sambil memegang dan mengelus perutnya karena kekenyangan. Emili yang dipanggil pun langsung terkejut dan berdiri dari duduknya yang mana membuat ia menabrak tubuh bidang milik suaminya itu dan Candra pun refleks memeluk tubuh istrinya. Seketika jantung mereka berdetak sangat kencang. Candra dengan perasaan cintanya dan Emili dengan perasaan malunya lantaran ini baru pertama kalinya ia memeluk pria lain selain ayahnya. Perlu digaris bawahi, walaupun Emili seorang model internasional namun ia hanya menerima job yang dirasa masih terlihat sopan dalam berpakaian saja. Dan sebenarnya sampai saat ini Emili belum pernah memiliki hubungan spesial dengan pria manapun selain pernikahannya dengan Candra ini. Emili yang sadar langsung melepaskan pelukannya. "Dek, mie yang tadi ada dimeja dimana kok gak ada??" Tanya Candra. "Mana kutahu!! Tadi bukannya ada disitu ya!! Paling juga kucing yang mau makan mie jelata seperti itu!!!" Ucap Emili pura-pura tidak tahu. "Iya mas rasa kucing yang sudah mencuri dan memakannya!!! Kucing kecilku!!!" Ucap Candra sambil mengusap bibir Emili yang masih ada sedikit bekas saus mie itu. Emili yang tersadar pun malu dan langsung berlari masuk ke kamar tidur lalu mengunci pintu nya. Candra yang melihat pun senang lantaran Emili mau memakan makanan yang sudah ia masak tadi. Candra pikir Emili akan lebih memilih menahan lapar sampai pagi daripada makan masakannya. Emili yang sedang didalam kamar pun memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang. (" Ada apa ini?? Mengapa jantungku berdebar sangat kencang! Apa karena ini baru pertama kalinya aku dipeluk pria selain papa?? Atau jangan-jangan!!! Ahh tidak!! Aku tidak mungkin menyukainya!! Aku baru saja menikah dua hari dengannya mana mungkin aku menyukainya. Lagipula dia jauh dari tipe pria idamanku!!") Bathin Emili. Ia langsung membuka lemari Candra dan melihat ada satu selimut yang masih bersih terletak disana. Ia pun mengambilnya dan mengambil satu bantal yang ia pakai kemudian keluar dan meletakkannya di karpet tempat Candra tidur tadi. Meski ia tak suka kepada Candra, namun hati kecilnya merasa tak tega jika melihat Candra tertidur seperti tadi yang hanya beralaskan karpet tipis yang sepertinya sangat tidak nyaman. Apalagi diluar sedang turun hujan, yang pasti akan membuat Candra kedinginan jika tidak memakai selimut dan bantal. Ia mencari Candra namun tak ada dan ia sekilas melihat Candra sedang menikmati angin malam diluar, lalu ia masuk begitu saja ke kamar kemudian tertidur pulas. Sementara Candra yang ada diluar masih tersenyum saat mengingat Emili yang menabraknya tadi. Ia pun duduk di kursi depan rumah sambil menghirup udara segar. Meski rumah yang ia tempati ini sangatlah sederhana, namun suasana disini sangatlah nyaman dan sangat sejuk saat pagi hari.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN