Keesokan paginya Emili terbangun dan langsung membuka pintu kamarnya.
Ia melihat sudah ada makanan dimeja beserta catatan dari Candra
(Dek, mas berangkat kerja dulu ya! Maaf tidak berpamitan denganmu karena tadi mas tidak tega untuk mengganggu tidurmu. Mas sudah buatkan kamu sarapan semoga kamu suka ya!! Oh ya, charger ponselmu yang ada dirumahmu juga sudah aku ambil tadi malam. Selamat menikmati sarapan istriku!!!).
Emili yang membaca catatan itu tanpa sadar sedikit menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.
Ia kemudian mencharger ponselnya dan menikmati sarapan nya.
"Ternyata meski kampungan masakanmu enak juga!! Tidak kalah dari restoran bintang lima!" Ucap Emili yang langsung menghabiskan makanannya.
Setelah menghabiskan makan ia pun berniat mandi karena dari kemarin ia belum mandi sama sekali. Ia mencari kamar mandi dan terheran dengan apa yang ia lihat didepannya.
"Apa ini!! Kamar mandi sempit sekali bahkan jadi satu dengan toilet!! Mana tidak ada toilet duduk lagi!! Tapi kalau aku tidak mandi mana betah!!" Ucap Emili sambil masuk kekamar mandi berukuran 2×2 meter itu.
Sampai didalam pun ia terkejut melihat bungkusan kecil shampoo dan juga sabun batangan.
"Whatt!! Ya Tuhan apa salahku!!! Mengapa aku bisa tinggal dineraka seperti ini!!".
Karena kepepet ia pun akhirnya mandi meski hanya 2menit langsung keluar karena tidak betah dengan kamar mandi yang menurutnya engap itu.
Setelah selesai mandi ia pun masuk kamar dan membuka pesan-pesan dari manager nya.
Ia lupa jika masa cutinya telah habis kemarin. Tanpa pikir panjang ia segera menelpon managernya itu.
"Hallo??".
"Hallo mil!! Kamu dimana saja sih?? Kenapa nomormu dari kemarin tidak bisa dihubungi! Kau tahu tidak? Bos marah besar lantaran klien yang meminta mu menjadi modelnya kecewa dengan tidak hadirnya dirimu, beruntung bos berhasil membujuk untuk mengundurkan waktunya. Kau harus sampai di Paris besok sore!! Aku tidak mau tahu itu!!" Ucap manager Emili.
"Ri aku minta maaf!! Ponselku lowbat dan baru saja aku charger!! Dan bagaimana bisa aku sampai diparis besok!! Kau tahu kan perjalanan Indonesia ke Paris membutuhkan waktu 16 jam lebih!!! Belum lagi persiapan ini itu!!" Jawab Emili kepada managernya yang bernama Riana.
"Aku tidak mau tahu itu!!". Tegas Riana kemudian mematikan panggilan nya.
"Halo?? Halo ri???".
Emili menatap ponselnya yang sudah terputus sambungannya itu sambil memijat pelipisnya.
Ia ingat akan perkataan Candra yang tidak mengijinkannya mengambil job dikuar negeri dan hanya boleh menerima yang dekat saja. Namun jika ia nekat pergi tanpa ijin dari Candra maka dipastikan papa Wirawan akan sangat murka. Ia bimbang harus bagaimana karena takut jika papanya tau makan semua aksesnya ke luar negeri akan diblokir oleh papanya itu karena mengingat papanya adalah salah satu orang penting di Indonesia.
Ia yang bimbang tanpa sadar pun akhirnya terlelap juga dikasur yang hanya berukuran 160×200 meter itu.
Setelah beberapa saat Candra pulang dengan menenteng plastik kecil ditangannya. Ia mencari Emili dan menemukan Emili sedang tertidur lelap. Ia pun berniat ingin membiarkan Emili tertidur namun tiba-tiba Emili terbangun karena mendengar pergerakan darinya dan memanggil namanya.
"Mas aku mau bicara!!!" Ucap Emili.
"Apa yang ingin kamu bicarakan dek? Mas siap mendengarkan!".
"Mas aku mohon ijinkan aku untuk mengambil job dari luar negeri untuk terakhir kalinya. Ini semua menyangkut karier ku didunia permodelan. Dan ini merupakan job yang sangat besar untukku. Aku mohon ijinkan aku ya mas dan jangan kamu beritahu papa jika aku masih menerima job ini!!" Ucap Emili sambik memohon.
"Maaf dek, mas tidak bisa mengijinkanmu pergi!! Kamu sekarang sudah menjadi seorang istri dan mau tidak mau kamu harus mematuhi suamimu!" Ucap Candra.
"Kau ini pelit sekali!!! Baru berapa hari kita menikah kau sudah melarang ku!! Aku hanya meminta ijin sekali saja kau tidak mau mengijinkan?? Dasar menyebalkan!!" Ucap Emili sambil menangis.
"Mas bukannya pelit dek, mas hanya ingin istriku fokus mengurus suami dirumah. Ya mas tau memang penghasilan mu jauh lebih besar 1000× lipat dari penghasilan mas. Tapi mas ingin berusaha membahagiakan dek Mili dengan uang mas sendiri. Tak usahlah kamu kerja keras mencari uang karena meski uang mas tidak akan pernah cukup namun mas akan terus berusaha menuruti semua keinginanmu!! Oh ya ini tadi mas belikan kamu makanan!!" Ucap Candra sambil menyodorkan plastik yang sedari tadi masih ia pegang.
"Mengurus suami?? Itu kalau kita menikah atas dasar cinta!!! Kau harus ingat mas bahwa sampai kapanpun aku tidak mau menerima pernikahan aneh dan konyol ini!!! Kau tahu semenjak kamu hadir dihidupku, semua angan-angan ku hancur!!! Bahkan papa malah menyuruh ku menikah dengan mu!! Aku heran, apa sih kelebihan mu sehingga papa menjadikan mu menantu nya!!! Lagian apa coba makanan seperti ini!! Tidak sehat tidak bergizi!!! Kau dengar baik-baik ya!! Aku disekolahkan tinggi-tinggi bukan untuk diajak susah!!! Menyesal aku mau saja menurut ucapan papa!!!" Jawab Emili sambil membanting plastik yang diberikan Candra barusan.
"Ya ampun dek jangan bicara seperti itu. Itu tidak baik!!!".
"Kenapa ha??? Penghasilan mu yang sangat pas-pasan itu memangnya apa yang bisa dibanggakan!!".
"Dek, jika kamu ingin pergi maka pergilah!! Karena percuma juga jika mas melarangmu karena semakin mas melarang maka kau akan semakin berontak! Mas sebagai suami hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu!! Kalau begitu mas mandi dulu ya dek. Itu dimeja mas sudah membelikan makan siang untukmu!" Ucap Candra kemudian berlalu pergi meninggalkan Emili.
"Akhhh!!! Mengapa aku jadi merasa bersalah padanya!!! Ini impianku dan aku tak akan membiarkan ada orang lain yang menghancurkan begitu saja!" Ucap Emili kemudian mengambil kopernya dan menata semua pakaian untuk dibawa ke Paris.
Sementara Candra yang masuk ke dalam kamar mandi hanya termenung dan menatap langit-langit kamar mandi dengan tatapan menerawang.
"Maaf dek!! Mas melarangmu karena mas tidak mau jauh darimu!! Mas ingin kamu belajar menjadi istri yang baik dan penurut. Mungkin untuk saat ini aku belum bisa membahagiakan mu tapi aku janji akan berusaha keras agar kamu bahagia bersamaku!! Aku tau ini mimpi terbesar mu!! Namun aku tetap tidak bisa membiarkanmu pergi terlalu jauh! Maafkan aku yang egois ini dek! Aku akan membuktikan padamu jika aku bisa sukses dek!!" ucap Candra dengan lirih.
Ia kemudian membasuh tubuhnya untuk melepaskan penat setelah seharian mencari nafkah dan berjuang agar Emili, wanita yang sangat ia cintai itu bahagia hidup dengannya meskipun dengan keadaan yang serba kekurangan. Meskipun ia harus berjuang cukup keras namun ia tak peduli dengan itu semua.