Paris

1030 Kata
Pagi ini Emili bangun sangat pagi pukul 04.00 WIB karena sesuai tiket pesawat yang Riana pesan pesawat nya akan berangkat pada pukul 06.00 WIB. Ia sudah memesan taksi online untuk mengantarkan nya sampai ke bandara. Ia langsung mandi dan bergegas mengganti pakaiannya. Saat semua sudah beres ia pun bersiap-siap untuk berangkat. Namun ia bingung karena Candra masih tidur, ia bingung harus berkata apa karena takut Candra tidak akan mengijinkan nya pergi seperti kemarin. Ia pun keluar kamar dan berjalan pelan agar Candra tak mendengar. Setelah sampai diluar ia bernafas lega dan memasuki taksi online yang baru saja datang. "Dengan nona Emili??" Tanya supir itu. "Iya pak!! Cepat lakukan kendaraan nya!!". "Baik non!". Mobil pun melaju sangat kencang. Candra yang mengintip dari jendela hanya bisa menarik nafasnya dengan berat. Sebenarnya Candra tadi sudah bangun, namun saat mendengar suara kunci pintu dibuka meski perlahan ia langsung memejamkan matanya. Ia membuka matanya saat Emili sudah keluar dari rumah kemudian mengintipnya dari celah jendela. Sesak dan sakit rasanya hati Candra karena istri yang ia cintai hanya mementingkan kariernya ketimbang suaminya sendiri. Saat mobil yang ditumpangi oleh Emili sudah melaju ia pun langsung bergegas mandi dan bertadarus sambil menunggu waktu subuh tiba. **** "Terimakasih ya pak!!! Ini uangnya!" Ucap Emili sambil menyodorkan dua lembar uang merah kepada supir taksi itu. "Ini terlalu banyak non!". "Ambil saja pak kembaliannya!" Teriak Emili kemudian langsung berlari masuk bandara. "Terimakasih non!!" Teriak supir taksi itu. Jam masih menunjukkan pukul 05.45 WIB dan waktu itu masih sangat cukup untuk sekedar membeli sarapan. Ia melihat ada ibu-ibu tua yang membawa bakul berisi gorengan. "Neng gorengannya dua ribu dapat tiga!". Mendengar kata gorengan ia pun mengingat Candra. Kemarin Candra membelikannya gorengan namun ia dengan kasar malah membanting gorengan itu hingga tercecer di lantai. Ia menjadi gelisah dan merasa bersalah kepada Candra. Ia berniat untuk menelfon Candra namun nomor ponsel Candra pun tidak ia ketahui. ("Ahh nanti saja aku minta nomornya dari papa setelah aku sampai di Paris!") Bathin Emili. "Neng??? Mau tidak gorengan nya??" Tanya ibu-ibu itu lagi saat melihat Emili yang hanya termenung. "Ehh,,boleh nek!! Aku beli 3saja ya!!" Ucap Emili. Setelah membayar gorengan pun ia mencoba memakannya. Rasanya tidak seburuk yang ia bayangkan. Ia pun menghabiskannya. Ia pun bergegas memasuki pesawat karena sudah ada panggilan disana. **** Setelah belasan jam akhirnya pesawat yang ia tumpangi sampai di Paris dengan selamat. Ia sudah menghubungi Riana dan meminta dijemput saat ia mau berangkat tadi. Ia mencari kesana-kemari namun Riana tak terlihat sedikitpun. "Emili!!!" Suara dari belakang nya yang menampilkan sosok pria bertubuh sempurna dan wajah yang tak kalah sempurna.  Pria itu bernama Mike, ia pernah menjadi partner kerja Emili sewaktu di Meksiko dulu. Jujur saja Emili sempat menyukainya lantaran Mike adalah pria yang sangat romantis dan ramah. Meski banyak rumor yang mengatakan jika Mike adalah seorang cassanova namun Emili tidak memperdulikan itu, ia tetap saja menyukai Mike dan saat ia ingin menyatakan cintanya pada Mike tiba-tiba pria itu malah membawa wanita lain dan mengenalkan Emili sebagai kekasihnya. Emili menyunggingkan senyuman lantaran ia kembali bertemu pujaan hatinya itu. "Kak Mike?? Apa yang kau lakukan disini??" Tanya Emili. "Tentu saja menjemput bidadari cantik yang ada di depanku!!" Kata Mike sambil mengedipkan matanya. "Memangnya kita satu projects lagi ya kak??" Tanya Emili lagi dengan sedikit gugup. Ia memang masih menyukai Mike meski ia tahu Mike mempunyai kekasih sekalipun. "Iya kau benar sekali cantik!! Manager mu yang meminta ku untuk menjemput mu!! Mari kuantarkan kamu ke hotel yang akan kita singgahi" jawab Mike yang langsung merebut koper bawaan Emili dan menarik tangannya ke mobil yang sudah ia parkirkan didepan. Setelah mereka sampai didalam mobil, Mike pun melajukan mobilnya sedikit perlahan. "Lama tidak berjumpa kau semakin cantik saja!!" Ucap Mike. "Terimakasih kak!! Oh ya maaf jika aku sudah merepotkan mu!!". "Aku tidak merasa direpotkan dengan wanita secantik dirimu mil!". Emili hanya tersenyum tersipu malu. Saat lampu merah tiba-tiba Mike mendekati Emili dan mencondongkan wajahnya ke wajah Emili. Emili yang sadar pun langsung memalingkan wajahnya. "Kenapa kau menolakku??" Tanya Mike yang sedikit kecewa lantaran Emili menolaknya. "Maaf kak!! Kita tidak memiliki hubungan apa-apa jadi aku rasa itu tidak baik!!". "Baiklah maafkan aku!!" Ucap Mike yang langsung mengendarai mobilnya lebih kencang dari sebelumnya. Jantung Emili berdetak sangat kencang. Ia tak tau apakah itu karena ia merasa senang lantaran ia menyukai Mike atau justru ketakutan lantaran ia hanya ingin memberikan sesuatu hal yang pertamanya itu kepada orang yang ia cintai dan sudah sah menjadi suaminya. "Kamu mau makan dulu mil?? Kalau kamu mau makan aku akan Carikan restoran recommended di kota ini!" Tanya Mike. "Tidak kak!! Aku ingin langsung beristirahat saja, perjalanan tadi sangatlah melelahkan!" Jawab Emili meski gugup masih menyelimuti nya. Setelah beberapa menit akhirnya mobil mereka pun sampai di hotel mewah kelas atas. Emili yang turun dari mobil langsung diserbu oleh penggemarnya. Beruntung disana sudah disiapkan beberapa bodyguard untuk menjemput Emili. "Kau ini ceroboh sekali!!! Kau tahu kan ini adalah projects paling besar selama karier mu ini berlangsung?? Untung saja bos besar tidak murka!! Jika sampai bos besar murka maka aku tidak bisa menjamin apakah karier bisa bertahan atau tidak!" Ucap Riana marah saat melihat sahabatnya itu batu saja tiba di hotel. "Aku minta maaf Ri, aku benar-benar tidak tahu jika kau menelpon ku karena sejujurnya ada sedikit masalah dirumah Ri!!" Ucap Emili. Riana yang melihat air mata menggenang di mata sahabatnya itu pun langsung memeluk tubuh sahabatnya dan mengelus punggungnya. "Sttt,, sudahlah tak apa!! Ada aku disini. Kau bisa menceritakan semua masalah mu padaku mil!! Aku berjanji tidak akan membocorkan masalahmu kepada siapapun!!" Ucap Rania dengan tulus. Emili pun menceritakan semua yang terjadi padanya bahkan pernikahannya dengan Candra pun ia ceritakan. "Jadi kau sudah menikah Mil?? Kau menikah lantaran dijodohkan??". "Iya Ri!!". "Apakah kau mencintainya??" Tanya Riana lagi. Emili pun menggelengkan pelan kepalanya. "Apakah suamimu itu tampan??". "Tampan sih, tapi penampilan nya itu loh kaya g*landangan. Andai saja dia mapan, mungkin aku akan menerima pernikahan ini!!". "Kalau kau tak mau kasih saja kepadaku!!! Hehehe". "Kau ini!!! Sudahlah aku mau istirahat!! Tolong pesankan aku makanan ya, aku sangat lapar!". "Mulai deh jadi pesuruh nyonya Emili!!" Ucap Riana sambil melemparkan bantal kewajah Emili dan berlari kencang meninggalkan Emili yang menggerutu kesal. Ia tertawa karena berhasil membuat sahabatnya itu kesal
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN