Sesampainya dirumah sakit, wanita itu langsung meminta perawat agar segera melakukan pertolongan kepada Candra.
Candra pun langsung dibawa masuk IGD dan ditangani. Sedangkan wanita itu pergi ke bagian administrasi.
"Maaf suster saya yang bertanggung jawab atas pasien yang bernama Abdul Candra Dinata" ucap wanita itu.
"Oh iya Bu, ini kami menemukan handphone dan juga dompet pasien disakunya" ucap suster sambil memberikan barang pribadi Candra itu.
"Terimakasih suster, kalau begitu saya permisi dulu" ucap wanita itu dengan ramah.
Wanita itu pun langsung duduk diruang tunggu sambil melamun.
("Kak Candra, lama kita tidak berjumpa tapi mengapa saat berjumpa malah terjadi kejadian yang sangat pahit ini") bathin wanita itu.
Wanita itu adalah Khania feresya. Gadis manis berusia 21 tahun. Ia adalah sahabat Candra saat masih kecil. Sudah sekitar 7 tahun ia tidak berjumpa lagi dengan Candra lantaran orang tuanya ada urusan pekerjaan. Ia datang untuk menemui Candra.
("Siapa Emili? Apakah gadis itu yang sekarang ada di hatimu kak? Apakah dihatimu sudah tidak ada lagi tempat bagiku meski hanya sedikit?") Bathin Khania.
Ia pun tak sengaja melihat ponsel Candra berbunyi sekali menandakan ada sebuah pesan masuk.
Ia melirik dan terkejut saat melihat wallpaper ponsel itu. Disana terdapat Candra dan seorang wanita menggunakan baju pengantin lengkap dengan buku nikahnya. Tampak senyuman cerah dari wajah Candra namun sang mempelai wanita hanya diam tanpa ekspresi.
"Apakah ini benar-benar kamu kak? Ternyata kamu sudah menikah?" Ucap Khania sambil menitikkan air mata.
"Apa kau benar-benar sudah melupakan aku kak?? Aku tahu dari dulu kau memang tak pernah mencintaiku tapi mengapa saat aku kembali ternyata kamu sudah menikah dengan gadis lain kak" lirih Khania yang masih sedikit terkejut dengan kenyataan itu.
Krieettt,, suara pintu dibuka.
"Bagaimana suster?" Tanya Khania saat melihat suster keluar.
"Beliau sudah membaik namun belum sadar. Ada sedikit luka di kakinya karena terkilir. Namun tak ada luka parah lainnya hanya lecet sedikit. Kami akan segera memindahkannya keruang rawat inap" ucap suster yang dijawab anggukan oleh Khania.
Setelah sampai diruang rawat inap, Khania pun mendekati Candra dan memegang tangannya.
("Cincin itu, ternyata kau benar sudah Menikah kak, aku sudah tidak ada harapan lagi denganmu") bathin Khania saat melihat sebuah cincin yang melingkar dijari manis Candra.
"Bangun kak, ini aku Khania. Maaf karena aku tadi tak melihatmu. Apakah jika kau sadar nanti kau akan mengingat aku?? Selama lima tahun ini aku tak bisa berhenti memikirkan dirimu kak. Kau adalah cinta pertamaku. Namun kenyataannya cintaku sekarang sudah menjadi milik wanita lain. Aku ingin sekali bertemu dengan wanita beruntung itu. Aku ingin melihat dari dekat secantik apa dia sehingga mampu membuatmu yang sangat susah didapatkan menjadi jatuh cinta dan menikahinya. Maaf jika aku tadi tak sengaja lancang melihat wallpaper ponsel milikmu sewaktu ada pesan kak. Aku hanya melihat sekilas saja namun aku bisa merasakan jika pernikahan kalian ada yang tidak beres. Mengapa wanita itu tak menampakkan wajah bahagianya kak? Mengapa wanita itu seolah-olah terpaksa menikah denganmu? Dan tadi kau dijalanan sendirian tengah malam sedang apa? Aku melihat ada sedikit cairan air mata yang masih ada sesaat aku tak sengaja menabrakmu. Apakah kau tak bahagia dengan pernikahanmu kak?" Tanya Khania dalam bathin.
Perlahan tangan Candra pun bergerak.
Khania dengan sigap langsung meremas tangan Candra.
"Akhh kenapa seluruh tubuhku sakit sekali? Dan mengapa aku berada disini?" Ucap Candra.
"Kau sedang ada dirumah sakit kak. Aku minta maaf karena tadi aku tak sengaja menabrakmu" ucap Khania.
Candra terkejut mendengar suara yang sangat ia kenal. Ia pun menoleh dan mendapati ada Khania disampingnya.
"Khania?"
"Iya kak, kau masih mengenali ku?" Tanya Khania.
Bagaimana Candra tidak mengenali cinta pertamanya itu. Ya, gadis yang saat ini tengah berada disampingnya adalah cinta pertamanya.
#flashback
"Kau suka ini Khania?" Tanya Candra sambil menyodorkan mahkota yang terbuat dari akar dan bunga.
"Sangat kak, ini sangat cantik" jawab Khania.
Candra pun memasangkan mahkota itu dikepala Khania.
"Cantik. Bidadariku" lirih Candra.
"Apa kak? Aku tidak mendengarnya" ucap khania.
"Ohh emmm ini,, kau sangat cantik memakainya" ucap Candra.
"Terima kasih kak Candra, emhh kak ada yang ingin aku utarakan kepadamu?" Ucap Khania.
"Katakan saja, aku juga ada sesuatu yang ingin disampaikan padamu" ucap Candra.
Namun saat Khania hendak membuka suaranya tiba-tiba bunyi ponsel pun terdengar hingga ia akhirnya memutuskan untuk mengangkat panggilan dahulu.
"Sebentar ya kak, mama menelponku" ucap Khania yang di jawab anggukan oleh Candra.
("Ini waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hatiku yang sebenarnya jika aku mencintaimu Khania") bathin Candra.
Candra yang melihat perubahan raut wajah khania yang tadinya tersenyum mendadak menjadi murung dan seperti tergesa-gesa pun menghampirinya.
"Ada apa Nia?" Tanya Candra.
"Kak maaf aku harus pergi, nenekku kritis di rumah sakit dan aku harus menjenguknya sekarang juga" ucap Khania.
"Tapi aku belum bicara sesuatu padamu" ucap Candra.
"Maaf ya kak, bicaranya lain waktu saja. Aku sudah terburu-buru. Dadah kakak" ucap Khania yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Candra.
Candra yang ditinggal pun hanya bisa menatap Khania dari atas rumah pohon.
Candra dan Khania sudah bersahabat sejak mereka masih SD. Mereka selalu bersama dan bahkan ada yang mengira mereka kembar. Lambat Laun rasa cinta mulai tumbuh diantara keduanya saat mereka sudah di bangku menengah atas. Keluarga Khania yang notabenenya juga keluarga yang cukup terpandang tak pernah mempermasalahkan persahabatan mereka berdua.
Mereka mempunyai sebuah rumah pohon dekat dengan taman yang tak jauh dari rumah mereka berdua.
Setiap hari, mereka selalu menyempatkan waktu untuk bercengkrama disana.
Namun siapa sangka Khania yang berpamitan menjenguk neneknya malah tak pernah kembali lagi.
Sehari setelah Khania pergi, ia mengirim pesan kepada Candra bahwasanya ia tak akan pernah kembali ke Indonesia dan menetap di Korea karena orang tuanya sedang sibuk mengurus bisnis disana.
Hati Candra rapuh dan ditambah setelah 3tahun kepergian gadis itu ia mendengar jika putri dari keluarga Kusuma telah bertunangan dengan salah satu pengusaha ternama yang mana membuatnya hancur dan merasakan patah hati karena cinta pertamanya sudah akan menjadi milik orang lain. Dan bahkan semenjak rumor itu beredar,. Khania tak lagi mengirimkan pesan untuknya bahkan nomornya saja sudah tidak terhubung lagi.
Candra
Ia pun mencoba mengikhlaskan dan tepat setahun setelah kejadian itu, ia bertemu dengan Emili. Wanita yang kini resmi menjadi istrinya. Ia sudah mengubur dalam-dalam perasaannya kepada Khania.
#flashback off
"Apa kabar?" Tanya Candra canggung.
"Baik kak" jawab Khania.
("Senyuman itu masih sama dengan senyuman yang sering aku lihat dulu, senyuman yang selalu membuatku semangat") bathin Candra.
"Kamu kemana selama ini?" Tanya Candra.
"Aku masih di korea kak" jawab Khania.
Kemudian Khania menceritakan semua yang ia alami dan lalui disana.
"Jadi ponselmu hilang?" Tanya Candra.
"Iya kak,"
"Lalu bagaimana dengan pertunanganmu? Apakah kau sudah menikah?" Tanya Candra lagi
"Pertunangan yang mana kak? Dari dulu aku masih sendiri"
"Bukankah dulu pernah ada rumor jika putri dari Kusuma group dilamar salah satu pengusaha terkenal"
"Itu kakakku kak, bagaimana mungkin usiaku yang waktu itu baru berusia 17 tahun mengadakan acara lamaran? Aku tetap fokus kuliah kak di Korea dan aku juga sudah memiliki bisnis sendiri sekarang" ucap Khania.
"Oh begitu" jawab Candra yang merasakan situasi yang rumit sekarang. Ternyata selama ini ia sudah salah faham kepada Khania. Namun ia juga tak bisa meninggalkan Emili karena kini hatinya bukan lagi milik Khania namun milik Emili.
"Kakak sendiri sudah menikah?"
"Sudah, baru sekitar satu bulan yang lalu" jawab Candra.
"Oh" hanya itu Jawaban dari Khania. Ia berusaha menekan rasa sakit hatinya mendengar kenyataan pahit yang keluar dari mulut pria yang sampai sekarang masih memiliki separuh hatinya itu.