Malam ini Emili berdandan secantik mungkin karena ia akan bertemu dengan pria yang sudah lama ia sukai itu,Mike.
Saat Emili keluar dari hotel, rupanya mobil Mike sudah berada didepan. Mike yang melihat Emili keluar pun hanya memandang takjub pemandangan yang ada didepannya itu. Emili saat ini tengah mengenakan gaun berwarna merah pulkadot, rambutnya yang pirang ia biarkan tergerai dan poni depannya itu menambahkan kesan imut dalam diri Emili. Sungguh ia adalah Lisa blackpink versi Indonesia.
"Kak?" Sapa Emili yang melihat Mike hanya terdiam menatapnya.
"Eh, iya" jawab Mike gugup.
"Kakak melamun?" Tanya Emili.
"Aku hanya takjub melihat ada seorang bidadari yang kini ada di depanku. Sangat sangat cantik sekali" ucap Mike sambil membuka pintu mobilnya.
"Terimakasih kak" ucap Emili tersenyum tipis kemudian masuk kedalam mobil.
Sungguh didalam hati Emili sangat merasakan bahagia meski hanya diberikan pujian sederhana. Ia hanya menutupi dari Mike lantaran sedikit gengsi yang ia miliki.
Setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit, mobil Mike berhenti disebuah restoran mewah dengan arsitektur khas Eropa. Ia kemudian menyuruh Emili untuk menutup matanya. Emili yang disuruh hanya bisa mengikuti kata dari Mike meski ia sedikit penasaran apa yang akan Mike lakukan padanya. Ia kemudian dituntun untuk berjalan mengikuti Mike. Setelah sampai ditempat yang dituju, Mike pun membuka penutup mata milik Emili kemudia menyuruh Emili membuka matanya.
Emili membuka matanya dengan sangat perlahan. Saat matanya sudah sempurna terbuka, ia terkejut melihat sebuah meja berisi dua kursi yang ditata sangat rapi dan menampilkan kesan romantis untuk dinner sebuah pasangan yang saling mencintai.
Ia tersenyum-senyum sendiri melihat ada beberapa bunga yang ditabur di sebuah karpet merah hingga menuju ke meja tersebut. Lilin-lilin yang disana sangat indah dengan membentuk sebuah nama yakni namanya dan jangan lupakan juga sebuah grup musik klasik yang kini mengiringi tempat itu dengan lantunan nada yang sangat merdu menambahkan kesan yang begitu romantis.
Emili yang bahagia langsung menoleh ke belakang untuk menanyakan apa maksud dari Mike membawanya ke tempat seperti ini. Namun ia kaget saat mendapati Mike sudah berlutut di depannya sambil membawa sebuah buket bunga Lily yang sangat besar.
("Bagaimana Mike tau jika aku menyukai bunga lily? Lalu kenapa ia tersenyum seperti itu? Ya Tuhan senyumnya sungguh sangat mempesona") bathin Emili saat melihat Mike yang berlutut dan tersenyum kepadanya.
"Kak apa maksud dari semua ini" tanya Emili.
"Emili Everilda, sebenarnya sudah lama aku memperhatikan mu. Dan sudah lama juga aku menyimpan perasaan ini padamu. Awalnya aku tahu untuk mengungkapkan perasaan kepadamu namun aku berusaha untuk melawan rasa takutku. Jadilah kekasihku Emili, sungguh aku sangat berharap kau mau menerima perasaan ini. Perasaan yang sejak pertama melihatmu langsung luluh namun aku baru menyadari kini. Awalnya aku takut kau akan menolakku,namun kini aku sudah membulatkan tekad untuk mengutarakan perasaan yang sudah sejak lama mengganjal dihati ini. Terserah apa jawabanmu nanti, entah kau akan menolakku atau menerimaku. Namun, Ijinkan aku menjadi kekasihmu yang akan selalu memberikan cinta dan kasih sayang untukmu. Ijinkan aku menjadi kekasih yang akan selalu ada disampingmu selamanya." Ucap Mike panjang lebar yang membuat Emili menutup mulutnya karena terharu.
("Benarkah dia memintaku untuk menjadi kekasihnya?? Sungguh rasanya seperti mimpi melihat pria yang selama ini kupuja menyatakan cintanya padaku. Sungguh aku sangat bahagia mendengar ucapannya, namun entah mengapa aku merasa sangat bersalah kepada mas Candra. Aku takut akan melukai hatinya. Eh tapi tunggu dulu, bukankah aku dan dia menikah tidak dilandaskan cinta?? Dan sekarang ada seorang pria impianku sedang berlutut di hadapanku menyatakan perasaannya padaku. Harusnya aku senang bukan malah memikirkan perasaan pria itu! Tapi aku takut akan mengecewakan papa, tapi ini juga impianku. Bisa bersanding dengan kak Mike adalah impian ku. Masalah papa dan mas Candra biarlah jadi urusan nanti saja. Yang penting sekarang adalah perasaanku dan pria yang ada dihadapan ku ini" Bathin Emili berkecamuk.
"Emili?" Panggil Mike.
"Eh iya kak?"
"Kau mendengarkan aku atau tidak?" Tanya Mike.
"Ehmm, iya kak aku mendengarkan semuanya" jawab Emili.
"Jadi apa jawabanmu?" Tanya Mike.
Dengan rona merah di pipi Emili pun mengangguk pelan.
Mike yang melihat langsung ingin memeluk tubuh wanita yang kini menjadi kekasihnya namun lagi-lagi Emili menghindar.
"Maaf kak, aku belum bisa" jawab Emili tak enak hati.
"Tak apa sayang, oh ya mulai detik ini kau jangan memanggilku kak lagi ya, panggil aku sayang, honey, atau baby saja"
"Iya kak, eh maksudku honey" ucap Emili sambil tersenyum.
("Kenapa denganku? Bukankah ini yang aku mau? Menjadi kekasihnya? Namun kenapa tubuhku selalu menolak jika dia mendekatiku? Apa mungkin memang karena belum terbiasa saja ya? Ah sudahlah lebih baik aku menikmati impianku yang sudah terwujud ini") bathin Emili.
"Ya sudah, ayo sayang kita makan dulu takut bidadari ku ini jadi kurus"
Ucap Mike sambil menarik tangan Emili kemudian mempersilahkan Emili duduk.
Malam ini Mike begitu romantis kepada Emili. Kata-kata manis yang keluar dari mulutnya seakan membius Emili.
Setelah makan malam selesai, Mike pun mengantarkan Emili menuju hotel.
"Besok pagi aku jemput kamu lagi ya? Besok kita akan pulang ke Indonesia pukul 09.00 . Aku sudah memesan tiket pesawat untuk kita berdua. Dan kebetulan juga bulan ini aku hanya ada job di Indonesia saja, jadi kita bisa sering bertemu" ucap Mike.
"Baik kak" ucap Emili yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mike.
"Eh maksudku honey" ucap Emili sambil tersenyum.
Mike pun kembali tersenyum.
"Baiklah aku pergi dulu ya sayang, bye" ucap Mike sambil mengacak-acak rambut panjang Emili.
Sebenarnya Mike ingin sekali mencium Emili yang menurut informasi yang ia dengar jika Emili sama sekali belum pernah berpacaran bahkan berciuman. Namun ia bisa menahan agar Emili mau ia cium dengan sendirinya.
****
Pagi harinya disebuah pesawat.
"Kau kenapa melamun sayang?" Tanya Mike.
"Sayang!!!!!" Panggil Mike dengan nada keras saat Emili tak menjawab pertanyaan nya. Dan benar saja, Emili langsung kaget dan menjawab.
"Eh ini, aku hanya rindu pada Oma"
"Aku kira kau kenapa, yasudah sekarang lebih baik kau beristirahat saja ya, perjalanan kita masih sangat panjang" ucap Mike yang dijawab anggukan oleh Emili kemudian memejamkan matanya.
("Bagaimana jika kak Mike tau jika aku sudah menikah? Apakah dia akan menerima statusku ini? Apakah nantinya Mike tak akan meninggalkan aku jika tahu aku sudah menikah dengan pria lain? Salahkah aku jika aku memilih cintaku ketimbang pilihan ayahku?") Bathin Emili sambil memejamkan matanya.