Satu bulan sudah Dira berada dalam kediaman Andra. Satu bulan pula ia tak berinteraksi dengan dunia luar, Andra benar benar mengurung Dira hanya untuk diri sendiri. Selama disini Dira juga tidak diperbolehkan mempunyai ponsel, tidak boleh keluar rumah, dan yang lebih parahnya Dira bahkan belum sempat untuk mengabari orang tuanya. Dira yakin saat ini pasti kedua orang tuanya juga sedang mengkhawatirkan dirinya. "Kak aku boleh pulang bentar gak, aku rindu sama mama papa?". Dira mencoba keberuntungan kali ini . Mana tau saja ia beruntung. "Gak ada Dira ingat perjanjian kita, dan aku gak mau kamu kecapean, supaya disini cepat ada yang tumbuh". Andra mengelus perut rata Dira. Berharap ada sedikit nya satu usaha nya yang berhasil. Selama satu bulan ini Andra terus menggempur Dira, tak ada har

