Khumaira menggeleng. Rayu suaminya menyebalkan. Otak Khumaira jadi memvisualisasi ciuman, pelukan dan lebih daripada keintiman. Antara Bagas dengan ... Windi! "Ya Tuhan! Kau merusak otakku, Khalid!" pekik Khumaira memukul pelan kepalanya sendiri. Khalid tertawa mengusap bekas pukulan itu lalu memeluknya. "Bagas Wandawarma bukan pria yang buruk. Siapa pun yang menjadi istrinya, dia beruntung. Dia tidak pernah melihat fisik atau status, Khumaira. Pria paling tulus, dialah orangnya,” jelas Khalid serius. "Bela terus ayahmu,” rengut Khumaira masam. Khalid merengkuh Khumaira lebih erat. "Kuharap dia satu-satunya ayahku." Khumaira yang awalnya akan berontak karena risi kini melemas pasrah dalam dekap suaminya. Sesuatu, kesedihan harapan yang Khalid ucapkan membuatnya tertegun diam. K

