Pesona Khumaira Abinaya

1180 Kata

Bintang dan Khumaira tersentak oleh kalimat Latifa Bakrie. Sosok yang lemah dan anggun itu kini pasang badan untuk putrinya. Namun, Nyonya Naraya tak tampak luluh sedikit pun. Beliau mendengus keras dan angkuh. "Kau tak perlu meminta maaf, Ifa. Aku pun menginginkan hal yang sama terhadapmu!" Kemudian Nyonya Naraya pergi meninggalkan kamar dengan congkaknya. Ifa berurai air mata, sangat sakit oleh ucapan tanpa perasaan ibu kandungnya sendiri. Bintang lalu memeluk Ifa menenangkan istrinya. "Kau hanya kesal, Ifa. Melelahkan, bukan?" "Ya,” jawabnya parau. "Sayangku. Aku di sini, Ifa." Bintang mengusap jilbab yang menutup punggung istrinya. "Aku di sini. Aku teman, kekasih dan suamimu." Khumaira menunduk, pun Khalid juga memusatkan pandangannya pada untaian gaun Khumaira daripada mengin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN