Rencana 3

1394 Kata

Khumaira hilang. Ruh serasa keluar dari raganya. Entah ke mana kalimat Khalid membawanya melayang. Entah ke mana kendali dirinya yang tertawan pelukan erat ini. Khumaira berdebar hebat. Jilbabnya dengan kemeja putih Khalid menempel dekat. Khumaira rasa ia akan sekali lagi kekurangan oksigen jika pelukan ini berlangsung lebih lama. Sekalipun nyaman dan aman memeluknya, Khumaira masih merasa sangat canggung dan tak siap dengan situasi mendadak mereka. "A---aku kesulitan ... bernapas," kata Khumaira. Tadinya Khalid nyaman mengusap belakang jilbab Khumaira dengan sentuhan sayang yang tak terkatakan. Segala puji yang tak terucap banjir dalam dadanya. Namun, setelah ucapan baru itu terdengar Khalid mundur dari pelukan mereka. Matanya khawatir menelisik Khumaira, "Lagi?! Tapi kau tidak sedang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN