Rahasia Khumaira 4

1493 Kata

Kesal menjangkiti Khumaira sesaat karena hasutan di kepalanya itu. Nyatanya memang Rahman tak berdusta, bukan hanya Khumaira sendirian sebagai korban dalam jebakan itu. “Kukira ....” Istri Rahman berurai air mata. Sesalnya tampak jelas di depan Khumaira. “Dia baik, Khumaira. Dia memperlakukanku baik sekali. Meskipun sikap dan kalimatnya sering kali sinis, tak sekalipun fisikku dilukainya. Rahman juga tak mengungkit caraku mendapatkan dirinya kepada siapa pun. Semua salah itu, aku sumbernya. Kini aku menerima akibat dari keserakahanku sendiri.” Khumaira tak bisa menyebutkan dia pantas menerima hal ini. Tindakannya memang salah, tapi perasaan cinta bukanlah hal yang bisa disalahkan. Mengherankan, Khumaira tak sedikit pun lega atau bersyukur atas siksa batin yang diterima istri Rahman. Dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN