Hadiah Pernikahan

1153 Kata

Wajah Ifa bersemu. Kulitnya meremang oleh memori akan sentuhan Bintang. Putri mereka baru saja melalui malam hangat, Ifa juga, malamnya bersama sang suami bukan hangat lagi, melainkan membara, bergelora. Ya Tuhan! Ifa gugup sendiri karena mata Khumaira menelisiknya serupa dengan tatapan Bintang. “Saleha, kita tidak akan membicarakannya. Tidak tentang aku dan Abati, ataupun kau dengan Khalid. Maafkan aku.” Khumaira menggigit bibir atas penolakan ibunya. “Ummi bisa menyuruh pelayan masuk dan menggantinya sekarang, sebelum Khalid kembali.” Ifa mengangguk. “Masuklah!” serunya ke pintu. Khumaira pikir hanya satu pelayan dengan seprei baru, nyatanya hampir sepuluh lainnya juga berjejer ikut masuk membawa kotak-kotak berbungkus indah berbagai macam ukuran. “Hadiah pernikahan kalian,” jela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN