Perjalanan pulang Khumaira diiringi rasa takut. Bagaimana jika benar Khalid pelakunya?! Di saat cinta mereka bersua, malah kenyataan menyakitkan begini yang menyapa. Khumaira mengusap perutnya yang menyembul mulai kentara, mau tak mau ia jadi meratapi sesaat hal-hal tak biasa yang akhir-akhir ini dialaminya. Ponsel Khumaira berdering saat hampir mereka sampai di Kastil Abinaya. Suaminya yang menghubungi. “Kau baik-baik saja?” tanya Khalid terdengar tepat saat Khumaira menjawab. “Ya,” Khumaira mengangguk. “Ada apa?” tanyanya lesu. “Jangan bertanya ada apa,” keluh Khalid. “Pulang ---“ Khalid menurunkan ponsel dari telinganya saat mobil yang kemungkinan besar membawa Khumaira masuk pagar. Khalid menunggu di depan undakan sambil bertekan pinggang, kesal bercampur lega pula. Khumaira denga

