TELEPON MAMA

2029 Kata

Kini aku dan Nashby berhadapan dengan Mama dan Papa. Papa yang sedari tadi lebih pendiam, kini menatap kami dengan lekat. Aku tahu Papa pasti mengkhawatirkanku yang hanya berdua dengan Nashby. Apalagi aku tidak berusaha membohonginya soal kepergian kami yang hanya berdua. Selain itu, aku juga sebenarnya ingin tahu apa yang Papa pikirkan setelah melihat cincin melingkar di tanganku. Kupikir Papa akan senang, minimal tidak menunjukkan muka datarnya dihadapanku seperti tadi. “Maaf Om, Tante, atas ketidaksopanan saya karena baru sempat menyapa sekarang. Emh.. sebelumnya juga, disini saya mau meminta maaf karena saya membawa Caca liburan hanya berdua saja. Tapi, saya berani sumpah kami tidak melakukan hal yang merugikan Caca.” Papa bergeming mendapatkan pernyataan Nashby. Jantungku rasanya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN