Aku tengah memejamkan mataku dan bersandar kepada Nashby saat ini. Tubuhku lelah karena kejadian hari ini begitu banyak. Mulai dari yang menyenangkan hingga mendebarkan, bisa aku rasakan dalam hitungan Jam. Apalagi pingsannya Mama Kana karena khawatir akan persalinan Kak Ciya. Kupikir dengan memiliki pengalaman melahirkan dua anak, itu membuat Mama Kana menjadi orang yang kuat dan tenang menghadapi permasalahan seperti ini. Ternyata tidak juga. Jadwal melahirkan Kak Ciya ternyata maju tiga minggu lebih awal dari perkiraan hari lahir. Mereka tidak menyangka bahwa hari ini ketuban Kak Ciya pecah. Keduanya sedang asyik berjalan di taman saat kejadian itu terjadi. Mungkin begitu kuatnya kontraksi membuat Kak Ciya yang akan berpegangan dengan Mama Kana malah tidak bisa menguasai keseimbangan t

