PAMIT

2093 Kata

Aku menarik gagang pintu dan pandangan pertamaku jatuh pada Nashby yang sudah tidak lagi menggunakan alat bantu pendeteksi denyut jantung. Saat aku mengarahkan pandanganku, terlihat Kak Hans, Papa Denis, dan Mama Kana sedang duduk di kursi. Mereka memandangku dengan sendu. Kak Hans sudah mendekatiku, mengambil alih kursi rodaku dan menyuruh Ika untuk keluar dari ruang inap Nashby. Ia mendorong kursiku sampai mendekati Mama Kana. Beliau menyambutku dengan senyuman teduhnya membuatku jadi menyunggingkan senyum tipis di bibirku. "Alsha.. harusnya kamu istirahat dulu. Maaf kami belum sempat menjengukmu tadi," ucap Mama Kana berbahasa formal padaku. Aku jadi mengerutkan kening atas perlakuan Mama Kana. Apa aku salah mendengar? Tak ada lagi panggilan Caca untukku? "Alsha, apa kamu mau menden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN