Aku masih mematung memandang Nashby yang sampai saat ini belum mau memandang wajahku. Dia bahkan tampak mengalihkan pandangannya dariku. Aku sangat ingin menginterogasi Nashby saat ini juga. "Pa-pa masuk dulu, kalau kamu masih mau disini," ucap Pak Benedict dengan wajah datar dan beranjak memasuki ruangan. Entah sengaja atau tidak, aku tahu kata 'Papa' memiliki penekanan berbeda saat diucapkan. Nashby hanya memandangku sekilas lalu mengikuti langkah Pak Benedict yang masuk ke ruangan kerjanya. Pemandangan punggung Nashby kini terlihat dramatis saat meninggalkanku. Tuhan, boleh aku meminta? Berikan aku petunjuk sekali lagi untuk membuat keputusan. Jangan Engkau membuat aku gamang dan larut dalam ketidakpastian. Hanya itu doa yang bisa aku ucapkan. Aku segera beranjak menuju meja kerjak

