Kami duduk di bangku yang sama dan saling berhadapan. Aku memandangi wajah lelaki di hadapanku ini dengan seksama. Bagaimana wanita bisa melepasnya kalau wajahnya saja bisa membuat kita tidak mau melihat ke arah lain. Dibalik pribadi Nashby yang penuh rahasia, dia bisa memperlakukanku layaknya seorang wanita yang berarti untuknya. Walaupun aku tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki, aku tetap bisa merasakan mana laki-laki yang tulus denganku atau tidak. Semoga saja aku tidak salah. Suasana malam ini begitu tenang saat kami berdua masih dalam keheningan. Jari jemarinya masih tertaut dengan jari-jariku. Hatiku masih berantakan mendengar pernyataan cinta Nashby di saat banyaknya bukti soal hati Nashby masih belum sanggup beralih dari Katty. Jantungku kini berdeup kian cepat saat Nashby me

