“AAAAAAA!!” Aku berteriak sekencang mungkin sambil memukul keras tangan yang melingkar di pundakku secara tidak beraturan. Aku panik sekali. Jantungku berdetak tidak beraturan. Siapa yang bisa masuk ke rumah ini tanpa ada suara?! “Hey, Sha.. Sha.. Alsha! Ini Miles!” ucapnya sambil mencoba membalikkan badanku dan menggoyangkan pundakku. Aku yang awalnya menutup mata takut, akhirnya membuka mataku dan melihat wajah Miles yang kebingungan dan kesakitan. Plak! Plak! Aku memukul keras lengannya dengan nafas yang tersengal karena ketakutan. “Kamu kok ngagetin sih?!” ucapku dengan berapi-api. “Ya, Maaf.. Ku pikir kan biar romantis gitu. Di peluk dari belakang. Terus bisikin kata-kata romantis gitu kan. Sayang, I’m home,” ucapnya sambil memperagakannya di telingaku. Aku tentu saja geli denga

