T U J U H

1274 Kata
Sudah tiga hari berturut-turut Alya sellau datang kerumah sakit untuk menjenguk Rizky. semenjak Rizky dirawat, ia selalu kesepian. Dinda dan gengnya itu hampir menuduh yanag tidak-tidak kepada alya. untungnya ada kedua temannya Rizkzy yaitu Eddie dan putra yang selalu membela Alya. begitupunn juga dengan Lily yang juga ikut membantu Alya disaat ia sedang dimasa sulitnya. kedua abang kembanrnya juga sudah kembali keBandung untuk melanjutkan studynya. Alya merasa sangat kesepian dirumahnya. iia selalu menyembunyikan masalahnya dari kedua orang tuanya. saat ini Alya tengah duduk debelah ranjang Rizky sambil melihat rizky dengan tatapan sedihnya. yangalya rasakan saat ini hanyalah sakit yang cukup mendalam. dan dia hanya butuh menangis saat ini. " Kamu kapan pulang dari rumah sakit?" ucapnya dengan wajah yang termenung. "Besok paling aku udah dibolehin pulang sama dokter kamu jangan sedih. nanti cantiknya ilang" ucap Rizky sambil mengelus tangan Alya dengan lembut. Rizky mengetahui apa yang terjadi kepada Alya, mungkin ia akan memberikan pelajaran ke Dinda dan teman-temannya. "ya, kalo mau nangis ya nangis aja gapapa gausah ditahan gitu. itu bikin kamu semakin sakit" ucap rizky dan wajah alya mendongkak kearahnya, iai benar-benar butuh menangis pada saat ini. tanpa basa basi, akhirnya Alya menangis samapi sesegukan. Rizky sangat tahu ap ayang terbaik untuk Alya. benar  kataanya, lebih baik menangis daripada ditahan sama sekali. satu jam lamanya, dan akhirnya tangisan Alya mereda. ia mengusap wajahnya yang sudah memerah dan mata yang bengkak.  "udah mendingan ?" Tanya rizky dan ALya tersenyum sambil mengangguk "sudah" Tak lama kemudian, datanglah kedua teman Rizky kedalam kamar rawat nya dengan membawakan beberapa makanan untuk Alya. "nih ya pesenang elu udah kita bawain" ucap Eddie dan Alya mengambil pesanannya itu dan mengucapkan terimakasih . Putra yang melihat sedikit perubahan yang terlihat diwajah Alya, akhirnya bertanya kepada rizky " lu apain Alya woy sampe bengep gitu matanya"ucapnya lalu wajahnya beralih ke Alya "tenang alya, kalo rizky nyakitin masih ada abang putra  disini untuk Alya" ucapnya sambil cengegesan. "ehiya gue baru sadar, parah lu kdrt ke Alya. kita berdua mah udah belain Aly amati-matian tapi lo malah nyakitin. tega lo ky" ucap eddie yang mulai mendrama. "udah ya jangan dengerin, mereka mah gila" kata rizky dan alya hany terkekeh smabill menyantap makannya . selama mereka berempat didalam ruang rawat Rizky, kedua temannya selaluu umembuat suasana menjadi pecah akibat ulahnya. entah dari meniru sinetron-sinetron yang ditontonnya, sampe memparodikan lagu yang sangat unik. "tiap hari, temen-temen kamu kayak begini?" tanya Alya dan Rizky mengangguk " tanpa mereka, aku gakan bisa sebahagia ini" . taanpa mereka sadari, matahari mulai terbenam. dan kedua orang tua rizky juga sudah sampai dirumah sakit. akhirnya mereka bertiga pamit untuk pulang . "tan, alya dan teman-teman pulang dulu ya" ucap alya dan di iya-kan oleh mamahnya RizkY "iya cantik kamu hati-hati dijalan ya,eddie sama putra anterinnya jangan sampe gang rumah ya. haarus sampai depan rumahnya" perintah mamah Rizky "jangankan sampai depan rumah tan, sampe depan kamarnya kita anterin. bener ga?" ucap     putra dan eddie hanya mengacungkan jempolnya "awas lu macem-macem" ucap Rizky yang membuat kedua temannya semakkin ingin meledeki rizky. "gua macem-macemin ky, gua bawa ke club biar gak polos polos banget" ucapnya sambil tertawa. Rizky sudah geram dengan kedua temannya akhirnya menghadiahnya pukulan di kepaala mereka, hal itu membuat mamah ddan Alya tertawa akibat ulah mereka. setelah pamit, akhirnya kami bertiga pulang dengan menggunakan mobil Putra. ia dan Eddie duduk didepan dan Alya duduk di belakang. Selama dijalan hianya ada keheningan yang menyelimuti Alya. entah mengapa ia selalu berpikir jahat karena telah menggantungi hubungannya. sesamapinya didepan rumah, Alya berterima kasih kepada Eddie dan putra karena telah mengantarkan alya dengan selamat. setelah mobil putra menghilang dari pandangan Alya, akhirnya alya masuk kedalam rumahnya dan disambut hangat oleh kedua orang tuanya. "Alya makan dulu nih, ada makanan kesukaan kamu" ucap mamah dan Alya tersenyum bahagia "oke mam, aku mandi dulu baru deh makan " akhirnya, alya bergegas dengan semangat kedalam kamar untuk membersihkan dirinya. Setelah Alya selesai mandi, ia mennuruni anak tangga dengan senang karena perutnya sudah kelaparan. Alya menyatap makanan dengan lahap, betapa ia sangat menyukai Teriyaki buatan mamahnya ini.  setelah alya selesai makan, ia kembali kedalam kamar untuk belajar dan memebereskan buku untuk sekolah besok.  **** Hari ini, Alya merasa sangat senang, karena Rizky pulang dari rumah sakit. ia tak sabar ingin bertemu Dengannya dan menjemputnya dirumah sakit. Lily yang melihat wajah sahabatnya sangat senang iniakhirnya bertanya"Ya.yaaa tampang muka lo seneng amat nih kayaknya" . Alya membalikkan badan kearah sahabatnya itu dan berkata "Iya ya,ih gue seneng kalo rizky sekarang boleh balik dari rumah sakit". Lily yang mendengarkan itu ikut senang. "Jadi gak sabar buat jempy rizky " ucapnya "memangnya sama siapa saja?" tanya Lily. "ada gue, eddie, putra. ayok lu harus ikut temenin gue" ucap Alya dan Lily hanya menganggukan kepala. **** Bel istirahat pun berbunyi,  akhirnya seluruh siswa dan siswi berhamburan keluar kelas untuk pergi kelapangan maupun ke kantin. Lily pun mengajak Alya untuk pergi kekantin. Sesampainya disana, mereka berdua mendapatkan tempat dan seperti biasa Alya memesankan makanan untuk sahabatnya. "Ly lo mau makan apa?" tanya alya "Gue mau makan bakso nih yuk" dan akhirnya Lily menempatkan tempat mereka dan Alya pergi ke tukang bakso dan minumanya. setelah selesai memesan makanan, Alya berjalan menuju mejanya. lalu tiba-tiba. Bruuuuukkkkkk... "awwwwwh" Ringis Alya dan ternyata dia menabrak Dinda dan itu membuat suasana kantin yang tadinya ramai menjadi hening seketika, mereka tahu siapapun orang yang berani berurusan dengan Dinda akan mendapatkan pelajaran darinya Alya bangkit, lalu ia membersihkan raoknya yang sedikit kotor. "kalo jalan liat-liat dong, punya mata kan" ucap dinda  "maaf kak" "maaf maaf doang lo, emangnya lo siapa hah beraninya nyari masalah mulu sama gue. hm lo siapa" bentaknya dan akhirnya Alya terdiam.ia sudah malas bertengkar. "sini salim sama gue, atas permintaan maaf lo ke gue" suruh Dinda dan Alya menolak " maaf kak,  saya udah baik untuk minta maaf kenapa kakak malah makin menjatuhkan harga diri saya ya" "kok lo songong" ucapnya sambil mendorong Alya. suasana Kantin semakin kacau, dan hampir saja Alya di tampar oleh dinda. ternyata tangannya di cegah oleh Putra. "sekali lagi lo melakukan Bullying, gue bakalan aduin ke kepala sekolah" ucap Putra "gue gak takut, karena orang tua gue adalah donatur paling besar disekolah ini" ucapnya sambil menyombongkan diri. Putra terawa meremehkan, " yakin lo. setau gue orang tua lo bukan lagi donatur disekolah ini, tapi yang sebenarnya donatur terbesar disekolah ini adalaah orang tua Alya. lo gapercaya? sini gue anterin ke ruang kepala sekolah" ucapnya yang membuat Dinda bungkam dan mukanya memerah. ia merasa sangat malu dengan ucapan Putra barusan putra termasuk geng Rizky yang terkenal mulunya tsetajam silet. ia selalu memiliki informasi untuk mempermalukan seseorang yang sombong seperti Dinda. setelah Dinda dan gengnya pergi, Putra, Alya dan Eddie berjalan menuju ke mejannya itu . "udah ya jangan pikirin omongan gue tau darimana" ucap putra "iyalah, orang kepala sekolahnya bapaknya pasti tau segala hal" sindir Eddie yang mendapatkan pukulan hangat dari Putra. "udah ya kita makan aja dulu. nanti siang kan mau jemput Rizky." ucapEddie dan akhirnya mereka berempat makan bersama dengan nikmat. ***** kringgggggggg " ingat ya anak-anak jangan lupa kerjakan PRnya dikumpulkan besok diketua kelas" ucap bu rini untuk mengakhiri pelajaran "baikbu" ucap sseluruh murid 11 ipa 1 setelah bu rini keluar dari kelas, Putra dan Eddie telah menggung Alya dan Lily didepan kelas. Alya dan Lily akhirnya keluar kelas dan mengajak putra dan Eddie untuk pergi kerumah sakit sekarang " ayukk putra"  selama diperjalanan, hanya Eddie dan Putra berantem dengan Rizky melalui video call. sedangkan Alya dan Lily hanya terkekeh melihat sikap mereka bertiga yang seperti anak kecil. sesampainya dirumah sakit, kami berempat bergegas dengan cepat kekamar rawat Rizky dan akhirnya mereka semua bertemu Rizky dan mengantarkan Rizky pulang kerumah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN