Gentala merasa gamang. Apakah mempertemukan mereka adalah hal yang baik? Ia takut Ziyana marah padanya. Gentala belum menjawab, ia masih memikirkan banyak kemungkinan. Andre yang melihat Gentala hanya diam menjadi tidak enak hati. “Begini saja, Bapak hanya akan berterima kasih karena telah mendonorkan darahnya dan tidak akan menyinggung masalah donor sumsum tulang belakang. Maaf, Bapak sempat berpikir seperti itu. Harusnya Bapak bersyukur karena dia sudah mau mendonorkan darahnya, tidak meminta lebih, maaf ya, Nak Genta.” Gentala mengerti sebagai seorang ayah pasti akan melakukan apa pun demi keselamatan anaknya, mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya. Namun, terus terang berat untuk Gentala meminta Ziyana mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Karena

