Bab 24 “Mamaaa pulaaang....” Lentera berteriak mengejar Laras yang pulang lebih awal dari biasanya. Ke dua tangan Laras menenteng kantong kresek bewarna putih. “Lentera sayang, mama pulang." Laras meletakkan kantong kresek yang ia bawa tadi di kursi kayu yang ada di depan rumahnya. Lalu mendekati Lentera yang sudah menunggu kedatangannya di depan pintu. “Anak mama sudah makan siang belum?” tanya Laras sambil membungkukkan badan. “Sudah, sama si Cemot.” Lentera menunjuk Nusa yang berjalan mendekati mereka. “Meooong....” Nusa bersuara saat namanya di sebut. “Wah, pintar. Si Cemot juga makan, ‘kan?” Laras menoleh pada Nusa yang sudah berdiri di samping Lentera. Jika di lihat-lihat, Nusa dan Lentera berdiri bersisian menunggu Laras yang akan masuk ke dalam rumah. “Makan juga. Cemot

