bc

My Crazy Rich Husband

book_age18+
2
IKUTI
1K
BACA
submissive
aloof
tricky
like
intro-logo
Uraian

Aku dijual kekasih ku yang ku cinta pada pria yang tidak ku kenal hanya karna ingin mempertahankan harta yang dimiliki nya dari kemiskinan,dan perusahaan nya yang mengalami kebangkrutan.

Harga diriku yang tidak ternilai harganya ditukar dengan sejumlah uang yang tidak terhitung oleh pria arogan dan angkuh tapi mesum.Terlebih uang itu tidak pernah ku miliki dan tidak ku cicipi.Terlepas dari itu,sama sekali aku tidak tertarik untuk memiliki uang itu.

Tapi yang ku sayangkan dan ku sesali,kenapa kekasih ku sendiri yang telah lama ku pacari dan sangat ku cintai setega itu?

chap-preview
Pratinjau gratis
Dinner
Tepat di tahun ke tiga hubungan ku dengan Nathan,Aku diajak makan malam di Restoran mewah di hari Anniversary kami ini.Untuk itu aku berdandan sebaik mungkin demi terlihat cantik didepan Nathan berbalut gaun warna putih dengan panjang selutut pemberian Nathan,dan rambut yang sengaja ku gerai. Bahagia hati ku karna akan menghabiskan banyak waktu hanya berdua dengan Nathan saja di Restoran momen penting ini.Ohhh,mungkinkah Nathan akan melamar ku malam ini?.Entahlah tapi kuharap iya.Tentu momen ini paling kunantikan sejak lama.Hal paling indah dan membahagiakan adalah ketika dilamar kekasih,bukan?. "Huuuuhhh....".Aku menghela nafas sebelum mendekati Nathan yang sudah menunggu ku meja Restoran. Tapi anehnya,kenapa hanya ada Aku dan Nathan didalam Restoran semewah ini?.Sudahlah.Itu tidak penting.Mungkin Nathan sengaja menyewa Restoran khusus malam ini saja demi Aku.Tentu itu hal mudah bagi Nathan yang seorang pria mapan dan sukses meniti karir sebagai Model yang terbilang cukup populer. Aku menggenggam tangan Nathan yang terulur pada ku dan duduk dihadapnya."Kamu datang tidak tepat waktu,Sayang.Tapi kamu cantik sekali malam ini".Aku tersenyum saat Nathan mengecup tangan ku.Sentuhan sederhana tapi mampu memberikan kehangatan dalam hati ku. "Alma sayang!".Degup jantungku berdebar sangat kencang saat Nathan menatap ku seintens ini. "Iya Nathan".Aku balas menatap Nathan dengan perasaan tidak sabar menantikan kalimat yang ingin ku dengar dari Nathan.Kalimat lamaran yang puitis dan indah. "Dimalam seindah ini.Aku sengaja mengajak mu kemari,untuk merayakan hari jadi kita".Mataku tak berkedip menatap Nathan yang terlihat tampan tapi sepertinya sangat gugup dan terlihat gemetar untuk melamar ku. Begitu pula dengan ku sama gugupnya seperti Nathan.Pastinya Aku dan Nathan gugup terlibat dalam situasi yang mendebarkan tuk kali pertama ini.Terlebih kami masih lajang dan saling mencintai satu sama lain. "Lalu?".Hanya ini jawaban ku seraya tersenyum pada Nathan yang sibuk menyeka keringat dipelipisnya. "Tapi sayang,maafkan aku!".Tiba-tiba saja Nathan meminta maaf pada ku,tentunya aku mengernyit heran. "Maaf?.Untuk apa?". Tiada masalah yang berarti di antara kami belakangan ini.Bahkan hubungan kami semakin romantis dan erat saja dengan batasan tertentu.Jika bertengkar pun itu sudah biasa dan hanya masalah kecil saja.Demi kebaikan berdua,cepat kami lupakan. "Alma,mungkin hubungan kita cukup sampai disini saja".Mudahnya Nathan bilang itu tanpa dipikir dulu,tentu Aku sangat terkejut mendengarnya. "Apa maksudmu,Nat?.Aku tidak mengerti. Aku sulit menerima keputusan Nathan yang tiba-tiba dan tanpa diskusi dulu dengan ku sebelumnya.Apalagi disaat benih cinta yang Nathan tanamkan dihati ku,berbunga sangat mekar. "Kita akhiri saja perjalanan cinta kita,sayang". Setajam mungkin aku menatap Nathan yang intens menatap ku."Apa kata mu,Nat?.Kamu sadar apa yang kamu ucapkan?". "Sepenuhnya aku sadar.Aku sudah tidak sanggup meneruskan hubungan kita". Aku menggelengkan kepala ku dengan tegas."Tidak!,aku tidak mau putus Nat".Sudah pasti aku akan menolak keinginan Nathan yang tidak mendasar itu.Apalagi aku sangat mencintai Nathan,tentunya tidak mudah aku melepas Nathan begitu saja. "Mau tidak mau,kita harus putus detik ini juga,Alma.". Ku berdecak seakan tidak percaya mendengar keputusan sepihak Nathan."Bukan ini yang ku dengar dari mu,Nat.Apa salah ku,Nat?.Ayo katakan!". "Tidak ada". Aku menggelengkan kepalaku menatap Nathan menekuk wajah nya seolah menghindari tatapan ku yang mengintimidasinya.Tidak habis pikir Nathan memutuskan ku tanpa tau kesalahan yang ku buat."Lalu kenapa kita harus putus,Nat?". "Aku sedang terpuruk dan terjebak dalam situasi yang pelik,Alma". Aku membuang nafas kasar mendengar argumen yang dibuat Nathan.Setahu ku Nathan tidak sedang menghadapi masalah apapun.Hingga detik ini,Nathan tidak pernah bercerita tentang masalah yang dihadapinya.Terang saja aku heran dan tidak percaya. "Itu bukan alasan yang bisa ku terima,Nat.Aku tidak mau kita putus hanya karna kamu sedang frustasi menghadapi masalah mu". Sesulit apapun masalah yang Nathan hadapi,biasanya Nathan tidak pernah melibatkan hubungan kami dan Nathan tetap mempertahankan hubungan kami.Tapi entah kenapa,kali ini Nathan terlihat menyerah,mempertaruhkan hubungan kami dan berniat mengakhiri nya?.Demi apa pun,aku tidak mengerti. "Baiklah.Lupakan masalah ini.Sebaiknya kita minum saja!.Ayo,bersulang!". Ku alihkan pandangan ku pada gelas yang tersaji di meja.Sekali teguk aku menelan minuman berwarna merah dengan perasaan yang kacau balau,dan tanpa bersulang dengan Nathan.Begitu mudah Nathan mau menyingkirkan ku tanpa alasan yang sebab dan alasan yang jelas.Bagaimana dengan perasaan ku yang menggebu ini pada nya? Bukankah seharusnya aku bahagia?.Ya benar!.Seharusnya malam ini paling membahagiakan dalam hidup ku dan berakhir bahagia?.Tapi kenapa malah berakhir seperti ini?.Bukankah seharusnya Nathan menyematkan cincin di jari ku seraya berkata 'Menikahlah dengan ku,Alma!'?.Tapi kenapa yang ku dengar malah sebaliknya?.Ini semua diluar dugaan ku. Naluri ku yang berharap dilamar kekasih yang sudah ku pacari selama tiga tahun ini,menghilang seperti buih yang terhempas gelombang.Hati ku yang berbunga seketika berguguran dan hancur tergerus rasa sakit. "Ughhh.Kenapa aku merasa pusing?".Aku memijat kepala ku yang tiba-tiba terasa berputar-putar setelah meminum setengah gelas air rasanya aneh dan panas ini .Terasa seperti membakar tenggorokan ku Atau kah mungkin ini efek dari rasa stress ku dengan yang terjadi saat ini?.Ya,apalagi yang membuat ku pusing dan sakit hati jika bukan karna putus cinta?.Siapa pun yang ada diposisi ku,pasti akan merasakan perasaan yang sama. "Kamu baik-baik saja,Alma?". Ku menatap Nathan yang terlihat samar-samar seiring Nathan menatap ku dengan terheran dan panik.Entah kenapa pandangan ku tiba-tiba kabur dan tidak dapat melihat wajah Nathan lagi?.Semua nya terlihat gelap dan menghitam.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.5K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

WAKTU YANG HILANG

read
43.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook