bc

Ada kah yang bisa ku percaya!!

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
BE
family
love after marriage
fated
friends to lovers
single mother
heir/heiress
city
office/work place
small town
cheating
affair
lawyer
like
intro-logo
Uraian

Sahabat yang begitu ku percaya dan pujaan hati yang ku yakin dia akan menjadi seseorang tempat ku melapas lelah akan penat nya hiruk pikuk kehidupan berkhianat dibelakang ku.Tak ku sangka mereka bermain api yang dapat membakar relung hati yang terasa sejuk. Dia sahabat yang tau akan kehidupan ku selalu menjadi tempat ku bercerita mengenai kekasih ku. Disaat hati ku terluka datang sosok pengganti yang luar biasa idaman semua wanita yang bisa mengantikan sedih ku menjadi bahagia ku.

tapi siapa yang bisa ku percaya!!!

chap-preview
Pratinjau gratis
Berakhirnya Hubungan
Perempuan cantik nan anggun itu berjalan dengan tergesa-gesa, Dengan rambut panjang terurai bergerak kesembarang arah karna terpaan angin malam. Ia mengerutu pelan merutuki dirinya sendiri bagaimana Ia sampai lupa untuk pertemuannya malam ini dengan sang pujaan hati. "Kau begitu bodoh Hanni , kenapa sampai lupa hari ini Yoga mengajak bertemu, bagaimana nanti dia sampai kecewa karna aku datang terlambat untuk makan malam special ini" Perempuan itu bernama Hanni ia ada janji dengan kekasihnya malam ini, sudah 3 tahun lamanya mereka menjalin kasih. Dan malam ini sang kekasih mengajak nya makan malam, tentu saja itu membuat sang kekasih begitu bahagia mengingat sejak mereka pacaran hal ini sesuatu yang langkah karna untuk pergi berdua sangat sulit dan meluangkan waktu ditengah jadwal yang sibuk bukan lah hal yang mudah untuk mereka. Lebih tepat nya bukan Hanni yang terlalu sibuk tetapi Yoga kekasih nya. Maklum saja Ia bekerja sebagai pengacara , banyak kasus yang ia urus akhir-akhir ini. "Selamat malam nyonya apakah anda ingin memesan tempat??" sapa pelayan dengan tersenyum ramah pada pelangannya. "Aaaeh... , Maaf saya sudah reservasi sebelumnya dengan kekasih saya , " Hanni tersenyum ramah dan sopan, wanita itu selalu tersenyum. " Baiklah nyonya atas nama siapa???" "Atas nama Yoga" "Baiklah, tunggu sebentar " "Silakan ikuti saya nyonya" berjalan terlebih dahulu menunjukkan arah meja. Hanni mengikuti pelayan restoran dengan senyum merek yang terpenah luntur dari bibirnya. Sesampainya di meja, sudah menunggu Yoga, Senyum Hanni semakin mereka. Hanni mendekat sambil melambaikan tangan melihat sang pujaan hati duduk manis dengan berwibawa yang menunjukkan ciri khas seorang pengacara muda yang sukses. " Hay... Sayang , maaf aku membuat mu menunggu." ujar Hanni. " Hay , tidak papa, aku juga baru sampai beberapa menit yang lalu." Yoga berbicara sambil celingak-celinguk seperti mencari sesuatu. Hanni menyadari itu. "Sayang kamu nyari apa??" Menyentuh tangan kekasih nya dengan lembut. "Ahff... Maaf Hanni, tidak ada." Melepaskan genggaman tangan Hanni dari jemarinya. Hanni merasakan dingin nya kelakuan kekasihnya, dan Hanni berusaha menepis pemikiran buruk tentang kekasihnya. "Sayang kamu sudah pesan makanannya?" berusaha memecahkan ke canggungan diantara Mereka. "aahkk... Belum , kamu mau pesan apa??, Pelayan" Memanggil pelayan Ketika pelayan sampai mereka memesan makanan kesukaan mereka, sembari menunggu makan datang mereka bercerita mengenai kegiatan yang mereka lakukan dan bercerita kecil tentang kesehariannya lebih tepat nya Hanni bukan Yoga, sedari tadi Yoga terlihat begitu dingin dan canggung, Ia hanya menanggapi cerita Hanni dengan dehaman dan anggukan saja. Hanni merasa suasana ini tidak seperti biasanya, memang benar akhir-akhir ini hubungan mereka agak kurang komunikasi karna kesibukan dari sang kekasih. agak sulit untuk saling bertemu dan bercerita, tidak hanya itu Meraka juga jarang untuk sekedar bertukar pesan mengenI kabar nya. Ketika Hanni menanyakan kabar Yoga selalu membalas pesannya lama. Hanni berpikir Positif untuk itu mungkin saja sang keksih sedang sibuk. tiada kecurigaan sedikit pun. Itu lah Hanni Ia selalu percaya dengan kekasihnya. Beberapa menit kemudian makanan mereka datang. Mereka menikmati makanan nya dengan sedikit cerita dari Hanni. Setelah selesai menikmati makanannya. Yoga membuka suara. "Hanni , ada yang ingin ku sampaikan" Ujar Yoga. Suasana sedikit tegang. Hanni melihat Yoga begitu serius dan menatap Hanni dengan wajah yang datar. Tatapan mata yang tajam. Satu hal yang membuat darah Hanni berdesir tatapan mata itu tidak seperti biasanya, Hanni berusaha untuk menepisnya. Dengan gugup Hanni berusaha terlihat tenang. " Ada apa??, Kenapa kau serius sekali apa ada masalah?" Yoga menggenggam tangan Hanni dan mengusap punggung tangan nan lembut itu , "Hanni aku ... aku ingin mengatakan ... Hmm .. Hanni ..." " Yoga kau kenapa, kenapa terlihat gugup seperti itu??" Menyela Yoga. Yoga menghembuskan nafasnya gusar. " Ayo akhiri ini semua" Deg... Jantung Hanni seperti berhenti berdetak " Apa yang kau katakan, apa yang ingin diakhiri, aku tidak ...." "Mari akhir hubungan kita Hanni , kau bukan anak kecil lagi yang semua hal harus dijelaskan begitu detailnya , kau tau maksud ku jangan mempersulit keadaan begini" Yoga menyela dan melepaskan genggaman tangan itu dengan kasar. Hanni tersentak kaget melihat tangan yang semula digenggam dilepas begitu saja. Hanni mengangkat kepalanya pelan dan melihat ke arah tatapan dua iris mata itu, Hanni mencoba menelusuri apa yang terjadi dan pada akhirnya bersuara setelah terdiam beberapa saat. " Beri aku alasan yang jelas dan masuk akal??" tetap lembut tapi tegas. " Alasan???" Hanni menganguk "Hmmm... Haruskah ada alasan untuk mengakhiri setiap hubungan???" Sedikit menaikkan nada suaranya, penuh dengan ketegasan. " Yoga ,, untuk memulai menjalin sebuah hubungan itu ada alasannya bukan, karna ada cinta diantara keduanya, kenapa mengakhiri hubungan tidak butuh alasan." Masih menatap kedua iris mata indah itu. Jengah dan gusar. " Hanni, apa menurut mu hubungan kita ini begitu bahagia, apa kau fikir menjalin hubungan dengan mu aku mendapatkan kebahagiaan, tidak Hanni, beberapa tahun ini aku baru menyadari menjalani hubungan dengan mu itu membosankan, kita ini bukan seperti pasangan kekasih pada umumnya, pergi berdua , liburan bersama hal itu membuat ku bosan. Aku tidak mendapatkan kebahagiaan itu dari mu, aku juga malas mendengar ocehan tentang kegiatan mu sehari apakah itu penting untuk diceritakan, Kau.... " "Apa menurut mu itu kesalahan ku?? , Apakah kau tidak sadar yang tidak bisa meluangkan waktu nya setiap hari itu kau bukan aku, kau yang susah di hubungi, kau yang tidak bisa diajak untuk jalan, kenapa sekarang kau menyalakan ku atas hubungan ini??? Kau bilang kau mencintaiku tapi apakah yang kau lakukan itu cinta??? Yoga kenapa kamu melimpahkan kesalahan mu kepada ku??" Menyela dan berbicara lirih dengan air mata berjatuhan dipipi mulusnya. Pria itu terdiam memang benar yang dikatakan Hanni bahwa dia lah yang melakukan itu bukan Hanni , Yoga terlihat gusar dan gelagapan untuk mencari alasan lain yang pas, Yang iya pikirkan saat ini bagaimana cara nya agar hubungan mereka cepat berakhir malam ini tanpa adanya keributan. "Aisssh... Apapun itu aku ingin hubungan kita berakhir jangan mempersulitku, Aku sudah tidak mencintaimu lagi dan mulai malam ini kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi kau mengerti" Ujar Yoga sudah berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Hanni begitu saja. Dengan air mata yang berurai , Hanni merutuki dirinya sendiri karna sang kekasih sudah mengakhiri hubungan mereka malam ini. * Di dalam mobil Yoga. Yoga menghembuskan nafasnya legah. Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt... Yoga melihat Hp nya dan terukir senyum manis di bibir nya dan memperlihatkan lesung pipit yang sedari tadi tidak terlihat di restoran. Tanpa pikir panjang Ia langsung mengangkat telponnya. " Iya Sayang,,, Kenapa??? Iya aku sedang dijalan ke apartemen mu ya!! tunggu sebentar, Tidak akan lama. Mau aku bawakan sesuatu?? iya nanti aku belikan ya, Sabar Sayang... Love You too" begitu lah jawaban Yoga di sambung telpon itu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.2K
bc

TETANGGA SOK KAYA

read
52.2K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.0K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.2K
bc

Setelah Tujuh Belas Tahun Dibuang CEO

read
1.2K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.7K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook