PART 14

1235 Kata

“Sah!” Zahra mengembuskan napas panjang saat kata sah mulai terdengar menggema. Sekarang dia bukan lagi perempuan single, lebih tepatnya wanita yang sudah bersuami. Ah, suami? Zahra masih canggung untuk menyebutnya. Ya, setelah ditimang-timang, akhirnya Zahra mengiyakan usul paman dan bibinya untuk segera menikah dengan Zen. Pernikahan sederhana diadakan dikediaman Hafid dan Ima, serta hadir satu penghulu dan dua orang saksi. Zen juga sudah mengabari orang tuanya, dan mereka mendukung penuh serta turut bahagia dengan pernikahan putranya. Memang orang tua yang pengertian. Lagipula, saat Hafid menyarankan menikah hari ini juga, hanya Zen yang tenang-tenang saja dan tidak merasa keberatan sama sekali. Entahlah, Zahra akan tanyakan itu nanti. Doa dikumandangkan, Zahra sendiri segara mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN