Setelah menempuh perjalanan setengah jam, akhirnya Rhea pun tiba di perusahaan Start-up. Ia merasa gugup sekaligus sangat penasaran akan pekerjaan suaminya yang selama ini disembunyikan darinya. Ia pun menatap perusahaan di depannya dengan wajah cemas dan gugup. Sejenak ia menghubungi suaminya. Namun, panggilannya diabaikan membuatnya merasa keherangan. “Kenapa dia tidak mengangkat panggilanku,” batinnya sedikit kesal. “Padahal dia sendiri yang memintaku ke sini.” Rhea menghela napas sekaligus menggerutu kesal pada suaminya yang saat ini entah ke mana. “Apa aku masuk saja yah? Tapi ...” Rhea merasa ragu untuk masuk, ia tak ingin kejadian beberapa minggu lalu terulang dan membuatnya semakin dihina oleh Rini. Rhea sekali lagi menghubungi Ethan, tapi lagi-lagi lelaki itu sama sekali

