Rian terus menatap Axel dengan tatapan itu-itu lagi. Padahal Axel telah memintanya untuk tak melakukannya. Tatapan seperti itu membuat Axel merasa tak nyaman. Akhir-akhir ini rasa sayangnya pada Axel tak tertahankan. Lama-lama Rian merasa butuh kepastian. Tapi, kalau ia ungkapkan perasaannya. Rian takut ditolak. Penolakan tak hanya akan kehilangan Axel. Ia juga akan kehilangan Nin dan Nila. Dua perempuan lain yang juga telah disayanginya. "Hei, selalu begitu. Aku kan sudah bilang. Jangan tatap aku seperti itu. Bisa kan?" tanya Axel. Rian gelagapan, malu tertangkap basah. "Enggak boleh ya?" "Enggak boleh." "Siap." "Dan satu lagi, bisa enggak. Kalau ada sesuatu itu enggak pakai marah?" Rian terdiam tak menjawab. Dia memang merasa bersalah. Tapi, rasa khawatirnya pada Nin telah membuat

