Akibat kecapaian, tak terasa Axel ketiduran di kamar Bimo, setelah tadi bersih-bersih kamar. Hatinya masih kesal sama tulisan Bimo yang dihapusnya. Bisa-bisanya, Bimo tak mengkonfirmasi perasaannya sebelum ia bertindak dan menyerah begitu saja. Bagaimana bisa? Pikirnya. Jika saja, ya, jika saja Axel tahu perasaan Bimo sebelum pernikahan itu terjadi, Axel akan lantang mengungkapkan perasaan cintanya, tak peduli apa yang akan terjadi. Tapi, sekarang? Semua terasa sia-sia. Bimo menyerah sebelum bertarung. Dia memilih mengorbankan perasaannya juga tentu perasaan Ira. Jika Ira tahu, akan seperti apa marahnya dia, menjadikan Ira sebagai pelarian dan solusi masalah, antara dirinya dan Axel. Masalahnya apa sebenarnya? Toh, Axel merasa meski Bimo ada andil dalam membesarkan

