Ayah Daniel melihat punggung Axel. Anaknya tengah menikmati suasana senja dengan khikmad. "Axel," panggil Ayah Daniel. Axel masih terpukau dengan warna senja yang perlahan mulai pupus sedikit demi sedikit. Matahari seperti bola lampu jatuh lebih dalam lagi. "Ya, Ayah." "Tumben mau pulang?" tanya Ayah hati-hati. Axel berbalik dan duduk kembali di dekat ayahnya. "Aku kangen Ayah." "Oh, ya?" "Iya, Ayah. Terkadang aku selalu ingin berada di dua tempat sekaligus. Bersama Ayah, tetapi juga ingin bersama dengan Nin." "Bagi Ayah, di mana pun kamu berada sama saja. Yang penting kamu merasa ada di rumah." "Ya, Ayah." "Sebentar lagi gelap. Yuk, masuk ke dalam." "Ayooo. Axel sudah kangen tidur di kamar Axel." Ayah Daniel tersenyum, senang menyadari Axel mau kembali ke rumah itu dengan pera

