23 : Permintaan

938 Kata

Fano bergegas keluar dari rumah makan itu. Ia masih takut bila ada orang yang mengenalinya meskipun sudah memakai masker dan topi. Bisa saja penyamaran nya kini teledor jika ada yang jeli. Pemuda buron itu memasuki mobil dan berhenti di salah satu mini market. Ia hendak membeli stok bahan makanan. Lagi, langkah tergesa membuatnya menabrak seseorang. Wanita itu meringis ketika perutnya tersenggol oleh Fano. Dia kesakitan. "Astaga, maaf Mbak--". Wanita itu mengangguk sekilas dan menepis tangan Fano yang ingin membantunya. Tapi saat melihat siapa yang menabraknya, ia sungguh tak percaya. "Fano..". Mereka sama-sama terkejut. Baik Fano ataupun Alyssa menatap satu sama lain. "Alyssa, sayang--". "Don't call me like that! Lo harusnya buron kan!". Alyssa telah mengetahui cerita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN