bab 26

4575 Kata

"Kenapa kau sangat bodoh?" Satu tamparan melayang bebas. Mengudara sampai-sampai rasanya mati rasa. Dengung karena suara telapak tangan itu sampai ke ulu hatinya. Bocah berusia lima tahun itu meringkuk, bersembunyi di bawah meja makan dengan kedua lutut gemetar. Kedua mata kelamnya menatap nanar pada pemandangan kaki yang saling berdekatan satu sama lain. Berlapiskan sandal rumah, dan suara-suara yang menyayat kembali mengiris batin. "Dasar perempuan tidak berguna!" Hangatnya udara di musim semi, berbeda dengan dingin yang membuat hati membeku di dalam rumah. Pertengkaran itu tiada habisnya. Seolah-olah, rasa marah itu tidak pernah berkurang dan malah bertambah. Ayahnya tempramental. Begitu pula dengan ibunya yang lebih memilih untuk diam, tidak bersuara dan membiarkan semua amarah su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN