Dokter Ayame menghentikan gerakan tangannya mencari sesuatu saat pintu ruangannya terbuka, menemukan Sina masuk dengan ekspresi datar tak berarti. "Ada apa, Sina?" Dokter Ayame bertanya tanpa menoleh. "Kenapa denganmu, dokter? Seperti tidak suka saat aku datang?" Alis sang dokter terpaut. Dokter Ayame melirik Sina sekilas, kemudian menghela napas. Mengabaikan eksistensi perawat itu dan kembali pada tugasnya. "Jangan berpikir yang tidak-tidak, Sina." Dokter Ayame berbalik. Memakukan atensinya pada Sina yang masih berdiri menatapnya tajam. "Ini jam malam, sudah saatnya kau tidur dan kembali ke asrama. Bukankah, tugasmu telah digantikan perawat lain?" "Aku tidak bisa tidur, dokter." Alis Dokter Ayame tertaut. "Sina, duduk dulu," mengendik pada sofa yang terbentang luas. "Ada beberapa h

