"Selamat malam, ibu." "Selamat malam. Mimpi indah." Cassandra bergegas bangun dari tepi ranjang. Setelah memeriksa sepenuhnya jendela dan tirai kamar putranya tertutup rapat, dia baru meninggalkan kamar dengan lampu tidur dalam keadaan menyala. Langkah Cassandra tertahan. Mendapati sang suami masih duduk membisu di ruang makan, bersandar pada kursi kayu itu dengan raut dingin tak terbaca. Terpapar sinar lampu dari dapur yang masih menyala. Lamunan Sang Panglima buyar kala dia mendengar saklar dan lampu ruang makan menyala. Lalu, tak lama suara kursi berderit dan sosok lain duduk di sebelahnya. "Kau baik-baik saja?" Cassandra mengernyit mendengar ketukan jemari Sang Panglima di atas meja makan. "Kau baik-baik saja?" Sekali lagi, mengulang pertanyaan yang sama. Gerakan jemari Sang Pa

