bab 3

3100 Kata

Jenderal menarik napas. Memicingkan mata melihat mayat mengenaskan Maru yang tergeletak di atas ranjang Departemen Kesehatan. Tepatnya kamar otopsi. Ada Dokter Ayame dan Dokter Kei yang mengurusnya. Panglima Sai memalingkan muka. Dia sendiri tidak takut dengan darah atau sejenisnya. Hanya saja, melihat kondisi Maru yang amat mengenaskan benar-benar membuatnya sedikit terguncang. Letnan Edsel menghela napas panjang. Bersidekap di dekat pintu masuk sembari menatap Maru yang tidak lagi berbentuk utuh seperti manusia biasa. "Ini mengerikan. Setelah Komandan Gildan, sekarang laki-laki malang ini. Maru anak yang baik. Dia termasuk anak buah Komandan Gildan yang setia.” Panglima Sai melirik tajam pada mayat Maru dan kemudian berpaling pada Jenderal. "Aku akan memberitahu Komandan Gildan." San

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN