bab 23

3988 Kata

Beberapa jam sebelum penghakiman ... Sang Jenderal melangkah dalam diam. Menyusuri tempat demi tempat secara rinci yang ada di sekitar kediamana Komandan Gildan. Di Distrik Jane yang sepi pagi ini. Setelah mendapat kabar bahwa Komandan Gildan ada di lapangan Benteng Dallas bersama Letnan Edsel, Sang Jenderal bergegas pergi. Mencari tahu sendiri kebenaran yang membuatnya kalut. Tidak percaya militer sepenuhnya, tapi mendengar apa yang Ami katakan, membuatnya berdesir karena marah. Juga perasaan terkhianati setelah sekian lama. "Tidakkah kau berpikir, Jenderal? Bahwasanya, mereka yang menginginkan kebebasan akan selamanya menginginkan bebas. Merdeka. Merdeka yang absolut. Mutlak. Dan Komandan Gildan belum mendapatkannya darimu." "Bermulut manis. Dia bisa menjadi ancaman terburuk karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN