"Astaghfirullah," ucap wanita itu. Piring kotor dan sisa makanan tumpah ke atas gamisnya, yang sesungguhnya baju itu lebih cocok dipakai ke acara resepsi dibanding cuma kumpul keluarga. Gayanya seperti pengantin baru atau artis saja. Aku gemas melihatnya, tapi gemasnya bukan iri, semata benci. "Mbak, kau menyandungku?" "Apa karena aku madumu, jadi segala hal buruk yang terjadi harus kau salahkan padaku?" "Mana mungkin aku jatuh tanpa alasan," balasnya kesal, dia kibaskan pakaiannya yang kotor dengan wajah kesal, sementara Mas Albi yang saat itu sedang menggendong Gibran hanya tertegun dan segera bangun. "Sudah, sudah, kau bisa bersihkan bajumu lagi, Bunda." "Mana mungkin aku bisa bersihkan bajuku sudah tertimpa noda dan baunya bau ikan, Mbak Aini sudah membuatku kotor dan memaksa dir

