51

983 Kata

(Bisa tidak kau ceraikan suamiku dan biarkan aku hidup bahagia dengannya) Pesan itu yang masuk ke ponselku saat pertama kali aku terbangun pagi dan membuka untuk melihat waktu. Hanya istighfar dan doa agar wanita itu mendapatkan hidayah yang bisa kulakukan. "Astaghfirullah, sabarkan aku ya Allah," gumamku sambil menghapus pesan itu di ponselku. Aku tak ingin kewarasanku hilang karena membalas pesannya. Tak mau juga buang waktu meneruskan pesan lalu membahasnya dengan Mas Albi. Sekali saja, aku ingin pikiranku dan suamiku tenang. Kuletakkan ponsel di meja lalu turun membuatkan sarapan untuk Fatimah dan Fatin. Kutuang segelas s**u hangat lalu memanggil kedua putriku. "Umi, tolong kuncir rambut Fatin," ucapnya. "Iya, sayang, berikan umi pitanya," ujarku sambil menerima pita dan sisir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN